KNOWLEDGE SHARING PUSAT SURVEI GEOLOGI “DELTA AND DEEPWATER SEDIMENTATION”

 

Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM kembali mengadakan kegiatan Knowledge Sharing selama dua hari berturut-turut, yaitu pada hari Selasa - Rabu, tanggal 13 - 14 Oktober 2020 dengan tema “Delta and Deepwater Sedimentation”. Sebagai narasumber yaitu Salahuddin Husein, S.T., M.Sc., Ph.D, Knowledge Sharing ini juga dipandu oleh Lauti Dwita Santy, S.T., M.Sc.. Knowledge Sharing hari pertama dan kedua ini diikuti oleh lebih dari 90 peserta yang berpartisipasi melalui aplikasi webinar Zoom.

Knowledge Sharing hari pertama difokuskan pada materi “Sedimentasi Delta”, dimana pokok yang didiskusikan antara lain:

  • Batuan Sedimen dan Lingkungan Sedimentasi
  • Proses Transportasi dan Struktur Sedimen
  • Muara Sungai dan Jenis Delta
  • Lingkungan Delta dan Proses Sedimentasi
  • Siklus Delta
  • Mengenali Delta Purba

Batuan sedimen merupakan batuan yang dibentuk oleh proses geologi permukaan, baik secara mekanis, biologis, dan kimiawi. Karakter batuan sedimen terikat dengan lingkungan pengendapan, dimana sedimen ditransportasikan oleh agen-agen geomorfik yang berperan dalam proses geologi permukaan bumi dan dikontrol oleh gaya gravitasi bumi. Ketika diendapkan, stabilitas hubungan ukuran butir dan kecepatan aliran akan menentukan jenis struktur sedimen yang terbentuk. Sedangkan, delta adalah salah satu sink yang berkembang di muara sungai dan sedimentasinya ditentukan oleh eustasi dan kekuatan energi asal laut. Jenis delta terbagi atas fluvial dominated, tide dominated, dan wave dominated. Lingkungan delta juga terbagi atas upper delta plain, lower delta plain, delta front platform, delta front slope, dan prodelta. Adapun pertumbuhan delta dapat berakhir ketika suplai sedimen terputus oleh avulsion, dimana reworking oleh energi laut akan meninggalkan bentuk shoal. Fasies sedimenter yang berkembang di prograding delta umumnya memiliki penumpukan mengkasar ke atas.

 

*.*.jpg

 

Sedangkan Knowledge Sharing hari kedua difokuskan pada materi “Sedimentasi Laut Dalam”, dimana pokok yang didiskusikan antara lain:

  • Proses Transportasi dan Deposisi
  • Reologi Aliran Gaya Berat
  • Jenis Aliran Gaya Berat
  • Bouma Sequences
  • Model Sedimentasi
  • Sedimentasi Gaya Berat dan Respon Eustasi
  • Volkanoturbidit

Proses transportasi sedimen dan endapannya di laut dalam memiliki spektrum yang sangat luas dan bersifat continuum yang tercermin dari endapan dan model fasiesnya. Dalam sedimentasi laut dalam, sifat aliran (reologi) dan mekanisme sokongan butir juga menentukan jenis aliran gayaberat. Contoh jenis aliran gayaberat antara lain debris flow, mud flow, turbidity flow, dsb. Sebagian besar aliran gayaberat terkonsentrasi di dalam sistem kipas laut dalam dengan ukuran butir sebagai penentu bentuk morfologinya. Dalam model sedimentasi kipas dasar laut, distribusi jenis aliran dan ukuran butir mengikuti kelerengan dasar laut. Turbidity flow akan membentuk endapan yang dikenal dengan Bouma Sequences. Adapun dikenal istilah vulkanoturbidit yang merupakan endapan turbidit yang berasal dari erupsi gunung api darat atau gunung api dasar laut.

 

*.*.jpg