MELIHAT POTENSI KEKAYAAN PERUT BUMI INDONESIA DARI PERSPEKTIF ANOMALI TAHANAN JENIS (RESISTIVITY)

Bumi Indonesia menyimpan potensi sumber daya alam yang berlimpah, tidak terkecuali potensi sumber daya alam berupa gas serpih (shale gas) atau secara eksplisit merupakan gas yang terperangkap di formasi batu serpih. Badan Geologi melalui Pusat Survei Geologi mulai melakukan penelitian dan pemetaan potensi shale gas di Pulau Kalimantan. Hasil penelitian tersebut menghasilkan informasi bahwa Pulau Kalimantan memiliki potensi “dapur” shale gas yang berlimpah, seperti pada Formasi Silat di Cekungan Melawi Kalimantan Barat, Formasi Tanjung di Cekungan Barito Kalimantan Selatan, maupun Formasi Pamaluan di Cekungan Kutai Kalimantan Timur.

Untuk mengetahui potensi dapur shale gas di Cekungan Kutai, Geolog dari Pusat Survei Geologi (Zajuli and Wahyudiono, 2018) melakukan pengambilan sampel pada Formasi Pamaluan dan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui sifat kimianya. Berdasarkan studi tersebut, hasil dari beberapa sampel menunjukkan tingkat kekayaan organik yang tinggi dan sudah berada pada fase matang untuk material organik dengan kerogen tipe-III yang cenderung menghasilkan gas.

Serpih hitam (Black shale) merupakan penciri dari shale dengan kandungan material organik. Berdasarkan banyak studi, serpih hitam dengan tingkat kematangan yang tinggi diduga merupakan kemungkinan penyebab dari nilai anomali tahanan jenis rendah yang ditemukan pada mantel bagian atas bumi (Gautcher., 1983; Loukola-Ruskeeniemi., 1989; Korja&Koivukoski., 1990). Studi terbaru yang dilakukan untuk menggambarkan lapisan Serpih hitam di Afrika Selatan sebagai lapisan menerus dengan nilai tahanan jenis yang rendah yang berhasil dipetakan hingga ratusan kilometer (Weckmann., 2007).

*.*.jpg

Pusat Survei Geologi melalui Bidang Geosains, sub Bidang Geofisika Dasar dan Terapan terus melakukan pengembangan metode survei untuk memetakan potensi shale gas di Indonesia sebagai data dasar kegiatan eksplorasi shale gas untuk masa yang akan datang. Dengan mempertimbangkan sifat tahanan jenis yang unik dari potensi shale gas, Pusat Survei Geologi di tahun 2017 melakukan studi dengan menggunakan metode magnetotelurik (MT) di Cekungan Kutai untuk dapat memetakan potensi dari shale gas berdasarkan nilai tahanan jenis yang rendah.

Tahapan pemrosesan data seperti reduksi gangguan pada sinyal (noise), penentuan dimensionalitas data, hingga penentuan parameter pemodelan optimum dilakukan untuk memperoleh hasil model MT yang benar-benar dapat merepresentasikan kondisi geologi bawah permukaan. Berdasarkan studi ini dapat ditafsirkan bahwa lapisan serpih hitam (black shale) dengan tingkat kematangan termal yang tinggi dicirkan dengan anomali tahanan jenis rendah terendapkan pada kedalaman antara 2000 m hingga 4000m di bawah permukaan. Pada sepanjang lintasan MT A – A’, diperoleh adanya struktur geologi berupa antiklin yang tersesarkan.

Hasil studi yang dilakukan oleh Pusat Survei Geologi ini dapat digunakan sebagai data dasar bagi para pelaku usaha untuk melakukan penelitian yang lebih detil dalam upaya pengembangan sumber daya alam berupa migas non konvensional di Indonesia.

*.*.jpg