Pendekatan Baru Metode Ambient Noise Tomography dalam Survei Geofisika di Cekungan Banyumas, Jawa Tengah

Dalam keilmuan bidang gempa bumi (seismologi), gelombang seismik terdiri dari dua jenis yaitu gelombang badan (body wave) dan gelombang permukaan (surface wave). Gelombang badan terdiri dari gelombang P dan gelombang S. Sedangkan gelombang permukaan terdiri dari gelombang Rayleigh dan gelombang Love. Dalam contoh pemanfaatanya, hadirnya gelombang badan dalam sinyal seismik yang merambat melalui interior bumi dapat memperkirakan hiposenter dari suatu gempa bumi yang terjadi di suatu wilayah. Sedangkan kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi di permukaan bumi lebih dominan disebabkan oleh hadirnya gelombang permukaan yang merambat dekat permukaan bumi.

Seiring dengan perkembangan keilmuan seismologi dan metode geofisika dalam beberapa dekade terakhir, pemanfaatan bising seismik (seismic noise) ternyata dapat dimanfaatkan untuk memperkirakan keadaan geologi yang ada di bawah permukaan bumi. Salah satu metode yang sedang berkembang adalah Ambient Noise Tomography (ANT). Metode ANT memiliki keunggulan diantaranya tidak memerlukan informasi gempa bumi (seismic event), dapat diukur kapanpun dan dimanapun (Yang dan Ritzwoller, 2008). Gambar 1B memperlihatkan contoh seismic noise yang dapat dimanfaatkan dalam metode ANT. Pengenalan metode ANT ini tidak terlepas dari pengembangan dari prinsip interferometri seismik sehingga mucul istilah ambient seismic noise interferometry.

*.*.jpg

Gambar 1. A) Contoh sinyal gempa (seismic event) dari suatu rekaman seismik dengan Ts-Tp < 15s. B) Contoh seismic noise yang dapat menjadi sumber metode ANT.

 

Pengertian dari ambient seismic noise interferometry mengacu pada proses korelasi silang antara dua rekaman data bising seismik dari dua receiver untuk menghasilkan Empirical Green's Function (EGF) pada posisi receiver seakan-akan ada sumber virtual dari stasiun yang lain (Wapenaar dkk., 2010). Dalam metode ANT, besaran nilai yang diperoleh adalah nilai kecepatan gelombang geser Vs (Shear Wave) yang kemudian dapat digunakan untuk menafsirkan kondisi geologi bawah permukaan bumi.

Selengkapnya...