Tinjauan Singkat Full Tensor Gradiometry dan Aplikasinya serta Identifikasi Sub Cekungan Tidung dan Banjarnegara Berdasarkan Data Gayaberat

Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM menyelenggarakan acara Geoseminar pada hari Jumat tanggal 3 September 2021 pada pukul 14:00 WIB. Acara Geoseminar kali ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Hendra Grandis dengan topik materi “Tinjauan Singkat Full Tensor Gradiometry dan Aplikasinya” dan narasumber kedua Drs. Tatang Padmawidjaja, M.T. dengan topik materi “Identifikasi Sub Cekungan Tidung dan Banjarnegara Berdasarkan Data Gayaberat”. Acara Geoseminar dipimpin oleh moderator Edy Slameto, S.T., M.T., M.Sc. selaku Koordinator Minyak dan Gas Bumi Pusat Survei Geologi. Berdasarkan data jumlah peserta yang masuk, acara Geoseminar ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang tergabung melalui aplikasi Webinar Zoom maupun Streaming Live di Youtube.

Tinjauan Singkat Full Tensor Gradiometry dan Aplikasinya

Survei gravitasi menggunakan metode Full Tensor Gradiometry (FTG) semakin banyak dilakukan di berbagai tempat di seluruh dunia. Di Indonesia hal tersebut juga sudah mulai dilakukan terutama di daerah frontier yang dianggap memiliki prospek khususnya hidrokarbon. Presentasi ini dimaksudkan untuk memberi gambaran mengenai prinsip dasar dari metode yg relatif baru di Indonesia. Pengukuran dan pemrosesan data gravitasi yang menghasilkan besaran gradien, baik secara horizontal maupun vertikal sebenarnya bukan hal yang baru. Namun selama ini pengukuran gradien masih terbatas pada satu arah, yaitu gradien vertikal dengan cara mengukur percepatan gravitasi di satu titik pengamatan pada minimal dua ketinggian yang berbeda. Gradien horizontal diperoleh dari selisih hasil pengukuran pada dua atau lebih titik pengamatan yang pada dasarnya sudah merupakan fungsi spasial. Besaran gradien diharapkan dapat memperjelas batas-batas benda anomali dan memudahkan interpretasi data gravitasi. Secara matematik, gradien gravitasi pada berbagai arah (komponen) dapat dilakukan melalui proses pemfilteran baik dalam domain spasial maupun dalam domain frekuensi spasial. Namun proses tersebut berakibat pada penguatan (amplifikasi) anomali gravitasi frekuensi tinggi, termasuk noise sehingga menimbulkan kesulitan dalam interpretasi hasilnya.

Teknologi FTG memungkinkan pengukuran gradien gravitasi dalam semua arah koordinat kartesian dengan resolusi cukup tinggi. Hasilnya adalah komponen tensor gradien lengkap, yaitu Gxx, Gxy, Gxz, Gyx, Gyy, Gyz, Gzx, Gzy dan Gzz. Dari 9 komponen tersebut sebenarnya terdapat hanya 5 komponen independen karena sifat simetri Gxy = Gyx, Gxz = Gzx, Gyz = Gzy dan berlakunya persamaan Laplace untuk medan potensial sehingga Gxx + Gyy + Gzz = 0. Data yang diperoleh dari survei FTG didominasi oleh frekuensi tinggi sehingga lebih mencerminkan sumber anomali relatif dangkal. Selain itu, besaran gradien gravitasi mengalami atenuasi lebih cepat terhadap jarak atau kedalaman jika dibandingkan dengan data gravitasi. Oleh karena itu survei FTG pada umumnya ditargetkan untuk memperoleh informasi pada skala prospek, baik untuk eksplorasi hidrokarbon maupun mineral. Meskipun demikian data FTG yang dikombinasikan dengan data gravitasi resolusi tinggi (airborne) dapat memberikan informasi lebih detil mengenai struktur yang terdapat pada cekungan sedimen.

 

*.*.jpg

 

Identifikasi Sub Cekungan Tidung dan Banjarnegara Berdasarkan Data Gayaberat

Sub Cekungan Tidung

Data anomali gayaberat hasil pengukuran di daerah Sub Cekungan Tidung diperoleh antara 33.1 mGal sampai 59.7 mGal. Berdasarkan pola anomali gayaberat tersebut terdapat pola punggungan dan cekungan. Punggungan anomali yang membentuk antiklin menempati P. Bukat sampai P. Mandul berarah memanjang barat laut – tenggara, hingga di sekitar P. Sebatik. Punggungan ini merupakan bagian dari penujaman lempeng tektonik dari arah barat daya. Cekungan anomali menempati antara P. Nunukan dan P. Sebatik yang memisahkan di Sebatik dan cekungan sekitar Bangkadulis kecil. Model geologi bawah permukaan menunjukkan adanya pengangkatan di sekitar Pukat dan mengalami penurunan Bungkudilis Kecil dan lokasi antara P. Nunukan dan Sebatik. Hal ini menunjukkan adanya subduksi dari arah barat daya adanya antiklin, sinklin dan struktur sesar geser, yang terkorelasi dengan struktur regional Kalimantan Utara. Cekungan anomali gayaberat sebagai cekungan sedimen dan dimodelkan dari penampang pada lintasan yang dialasi oleh batuan metasedimen dengan rapat massa 2.7 gr/cc dan adanya potensi batubara, mata air panas dan unsur TOC, sebagai cekungan sedimen yang mempunyai potensi hidrokarbon. Cekungan anomali yang di gambarkan sebagai daerah potensi dikontrol oleh litologi sedimen sebagai tudung (Formasi Sembakung) dan kitchen dari Formassi Langap

 

Banjarnegara

Telah dilakukan kajian gayaberat di daerah Banjarnegara dan Kebumen untuk mengetahui sebaran potensi migas di daerah tsb. Dugaan potensi migas muncul setelah adanya temuan rembesan migas (Oil Seep) yang muncul dalam beberapa formasi batuan di daerah Cekungan Bengawan Solo Utara. Kajian gayaberat digunakan untuk menentukan kelandaian anomali yang merupakan manifestasi dari batuan alas daerah kajian. Data anomali gayaberat hasil pengukuran di daerah Banjarnegara dan Kebumen menunjukkan kisaran anomali gayaberat dari -20 mGal sampai 130 mGal dengan kelandaian anomali menurun ke arah utara. Diduga terjadi penebalan sedimen dari sebelah selatan ke arah utara mencapai 3500 meter dengan rapat massa kurang lebih 2.35 gr/cc. Adanya singkapan batuan ultramafic di sekitar Karangsambung menunjukkan terjadinya pengangakatan batuan alas yang termanifestasikan dengan adanya sesar-sesar naik baik dari arah selatan maupun utara. Hal ini terlihat berdasarkan pola anomali gayaberat turunan tegak kedua yang bearah selatan – utara,

Perbandingan antara peta kontur anomali gayaberat, peta kontur anomali gayaberat residual dan peta kontur anomali gayaberat turunan tegak kedua diperoleh indikasi bahwa adanya potensi sumberdaya migas di daerah Banjarnegara merupakan hasil migrasi dari arah utara.

 

 

*.*.jpg

 

Unduh Materi Pembicara Pertama

Unduh Materi Pembicara Kedua

 

Link Sertifikat

Silahkan klik pada tautan berikut ini :

https://bit.ly/GeoseminarPSG05