PETA PATAHAN AKTIF INDONESIA SKALA 1:5.000.000

Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM meluncurkan Peta Patahan Aktif Indonesia Skala 1:5.000.000 di acara Geoseminar pada hari Jumat tanggal 13 Agustus 2021. Peluncuran Peta Patahan Aktif dilakukan oleh Kepala Badan Geologi, Dr. Eko Budi Lelono, sementara pembukaan acara Peluncuran Peta dan Geoseminar dilakukan oleh Kepala Pusat Survei Geologi, Dr. Ir. Hendra Gunawan. Acara Geoseminar kali ini menghadirkan narasumber Ir. Asdani Soehaimi, Dipl. Seis dengan topik materi "Pemetaan dan Penelitian Seismotektonik – Patahan Aktif di Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, KESDM” dan Dr. Ir. Dicky Muslim, M. Sc sebagai narasumber kedua dengan topik materi "Riset Sesar Aktif dan Kemanfaatannya”. Acara Geoseminar dipandu oleh Ir. S. R. Sinung Baskoro, M.T. selaku Koordinator Pemetaan Pusat Survei Geologi. Berdasarkan data jumlah peserta yang masuk, acara Geoseminar ini dihadiri oleh sekitar 835 peserta yang tergabung melalui aplikasi Webinar Zoom maupun Streaming Live di Youtube.

PETA PATAHAN AKTIF INDONESIA SKALA 1:5.000.000

Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di zona tunjaman dan tumbukan aktif antar lempeng tektonik baik lempeng samudra maupun lempeng benua. Kondisi demikian mengakibatkan wilayah Indonesia rawan terhadap bencana geologi (gempabumi, pergerakan tanah dan letusan gunungapi) yang mengintai kelangsungan kehidupan maupun pembangunan infrastruktur diatasnya. Pengetahuan yang baik tentang keberadaan zona-zona patahan aktif di Indonesia akan meningkatkan upaya mitigasi bencana geologi maupun pembangunan yang berbasis data dan informasi geologi.

Pusat Survei Geologi sebagai Walidata Patahan Aktif Indonesia sebagaimana diamanahkan melalui Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2021 dan Keputusan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Nomor 27 Tahun 2019, bertanggung jawab untuk menyusun Peta Patahan Aktif Indonesia. Peta Patahan Aktif Indonesia dengan skala 1:5.000.000 ini disusun untuk memenuhi kebutuhan data dan informasi bencana gempa bumi yang bersumber dari patahan aktif. Peta Patahan Aktif Indonesia tersebut diharapkan dapat dijadikan rujukan dalam menganalisis potensi bencana gempa bumi secara probabilistik maupun deterministik, termasuk perhitungan potensi risiko gempa bumi yang akan terjadi oleh ahli teknik sipil dan perencanaan.

Sasaran dari Peta Patahan Aktif Indonesia ini adalah untuk memberikan gambaran yang bersifat komprehensif terkait dinamika tektonik masa kini. Pembuatan peta patahan aktif membutuhkan pendekatan berbagai disiplin ilmu dan ketersediaan data geologi struktur, sejarah tektonik, sejarah gempa bumi merusak, kegempaan, geomorfologi, geodesi dan geofisika.

Peta Patahan Aktif Indonesia menyediakan data dan informasi dasar yang dapat dipakai oleh para ahli kebumian lain (geoscientist) serta ahli teknik sipil dan perencanaan dalam mengevaluasi asal usul sumber gempa bumi dan potensi bencana yang ditimbulkan. Peta Patahan Aktif Indonesia berskala 1:5.000.000 yang menunjukkan keberadaan patahan aktif dan potensial aktif ini masih bersifat regional dan umum, namun sudah dapat digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi khususnya gempa bumi terkait dengan keberadaan patahan aktif. Disisi lain kami, Pusat Survei Geologi terus berupaya untuk memberikan informasi terkait patahan aktif secara lebih rinci dengan menghadirkan Peta Patahan Aktif dengan skala yang lebih besar.

*.*.jpg

 

Pemetaan dan Penelitian Seismotektonik – Patahan Aktif di Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, KESDM

Ir. Asdani Soehaimi, Dipl.Seis lahir di Pangkal Pinang pada 9 Januari 1955. Beliau mengabdi di Pusat Survei Geologi sejak tahun 1983 sampai sekarang. Saat ini beliau merupakan Peneliti Utama Seismologi pada Kelompok Kerja Pemetaan Tematik. Dalam 38 tahun masa pengabdiannya beliau telah mempublikasikan sejumlah Peta Seismotektonik berbagai daerah di Indonesia dan Karya Tulis Ilmiah terkait dengan bidang yang digelutinya yaitu seismotektonik, patahan aktif dan kegempaan. Beliau juga aktif terlibat dalam berbagai organisasi profesi terkait ilmu kebumian seperti Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), dan Himpunan Ahli Seismologi dan Teknik Kegempaan IISEE Japan.

Pembuatan peta seismotektonik dan patahan aktif memerlukan data geologi dan geofisika. Data geologi khususnya tektonik, neotektonik, struktur geologi. Data geofisika seperti gayaberat, kemagnitan dan deformasi geodetik untuk tektonik dan struktur geologi regional. Untuk struktur geologi local dibutuhkan data kegempaan mikro dan makro (intensitas), geolistik dan georadar. Data tersebut diperoleh dari hasil pemetaan dan penelitian di lapangan dan dari data sekunder yang tersedia (literatur). Peta seismotektonik dan patahan aktif yang dihasilkan adalah peta dasar yang memberikan informasi keberadaan dan asal usul sumber gempabumi patahan aktif berupa panjang/km, pergeseran/cm dan kekuatan gempabumi/Mw (seismogenetic source).Peta ini bukan peta risiko gempabumi. Penilai potensi risiko gempabumi berbasis peta ini harus ditunjang dan diselaraskan dengan data dan informasi dasar lainnya seperti percepatan dan intensitas gempabumi, kelas situs batuan dan tanah, katagori risiko dan desain seismik. Peta seismotektonik dan patahan aktif ini perlu di update dan dimutahirkan, sesuai dengan perkembangan dinamika tektonik dan kegempaan serta ketersediaan data dari waktu ke waktu .

*.*.jpg

 

Riset Sesar Aktif dan Kemanfaatannya

Dr. Ir. Dicky Muslim, M.Sc lahir di Bogor 15 Desember 1967. Saat ini beliau merupakan pengajar dan Ketua kelompok studi Geologi Lingkungan di Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjajaran. Beliau kerap diundang menjadi tenaga ahli untuk menyelesaikan berbagai permasalahan geologi, serta sangat aktif mempublikasikan banyak tulisan ilmiah terkait bidang yang digelutinya yaitu Geologi Lingkungan, Geoteknik, dan Tektonik. Selain aktif mengajar di program sarjana maupun pasca sarjana, beliau juga selalu berpartisipasi dalam berbagai pertemuan ilmiah di bidang kebumian. Beliau tergabung dan aktif menjabat dalam berbagai macam organisasi kebumian seperti Ketua Pengda IAGI Jawa Barat (2017 – 2020), anggota MAPIN, MPBI, HATTI, AAPG, GSA, dan GSJ. Sebagai ahli geologi, beliau dianggap telah memberikan sumbangsih yang besar untuk kemajuan ilmu geologi sehingga dianugerahi berbagai penghargaan.

Penelitian sesar aktif menjadi semakin penting saat ini ketik apembangunan infrastruktur dan kejadian bencana di Indonesia makin intensif terjadi. Pemetaan dan riset sesar aktif sangat penting untuk mendukung berbagai kajian di luar disiplin ilmu Geologi (understandable, readable, measurable). Aneka kajian geologi terapan yang sangat memerlukan analisis sesar aktif: Tata Ruang, Infrastruktur, Geotermal, Industri Mineral, Industri hilir Migas, dan lain-lain.

Riset dan rekomendasi terkait sesar aktif sangat penting dalam pembangunan infrastruktur (bendungan, jalan, jalan tol, jembatan, rel KA, pelabuhan, bandara, dll), perencanaan tata ruang(pemukiman, KEK, KI, Obvitnas, dll) serta kebencanaan (gempabumi, tsunami, likuifaksi, longsor, dll). Dibandingkan luas NKRI dan posisi geotektonik Indonesia, riset dan publikasi tentang sesar aktif masih terbilang sangat minim dari Indonesia, sehingga diperlukan Kerjasama multipihak untuk mendukung kemajuan riset ini.

*.*.jpg

 

Untuk mengunduh sertifikat geoseminar silahkan klik link dibawah ini :

https://bit.ly/GeoseminarPSG04

 

Unduh Bahan Materi Pembicara Pertama

Unduh Bahan Materi Pembicara Kedua