The Rapture Speed of Large Earthquake and the 2018 Palu Supershear Event

Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM kembali melaksanakan kegiatan Geoseminar pada hari Kamis tanggal 8 Juli 2021 yang dibuka oleh Dr. Ir. Hendra Gunawan selaku Kepala Pusat Survei Geologi dan menghadirkan Prof. Jean Paul Ampuero sebagai narasumber dengan topik materi "The Rupture Speed of Large Earthquakes and the 2018 Palu Supershear Event”. Geoseminar yang dimoderatori oleh Philipson Bani, Ph.D. ini diikuti oleh sekitar 330 peserta yang berpartisipasi melalui aplikasi Webinar Zoom dan Youtube.

Prof. Jean Paul Ampuero adalah Seismologist di Géoazur Laboratory (Nice, France), peneliti senior di Institut de Reherche pour le Dévelopement (IRD), dan Excellence Chair di Université Côte d'Azur (UCA); sebelumnya adalah Professor di Caltech Seismological Laboratory. Bidang keahlian beliau antara lain earthquake seismology, theoretical and computational seismology and fracture mechanics. Beliau memiliki lebih dari 24 tahun pengalaman profesional sebagai peneliti, mentor, dan dosen. Beliau menerima American Geophysical Union Fellow (2020), Médaille Université Côte d'Azur (2020), juga beberapa penghargaan dan kehormatan atas kontribusinya yang luar biasa kepada komunitas Ilmu Kebumian. Penghargaan bergengsi ini menjadikannya pemimpin dan ahli peringkat dunia dalam komunitas geosains. Beliau telah menulis dan menerbitkan banyak makalah yang berkaitan dengan spesialisasinya.

Gempabumi yang terjadi di Indonesia, khususnya di Palu pada tahun 2018 memberikan informasi penting tentang dinamika gempabumi dan menarik untuk diteliti lebih lanjut. Studi yang dilakukan diantaranya adalah earthquake physics, earthquake dynamics, fault move during earthquake, modelling, dan teori untuk memahami pengamatan yang dilakukan. Seiring dengan banyaknya pengamatan yang dilakukan, ditemukan kejutan di setiap gempabumi yang terjadi dalam hal pengetahuan baru dan merupakan kesempatan untuk memperbaharui penelitian. Earthquake rupture speed adalah salah satu properti penting dalam gempabumi, karena memiliki efek yang kuat dalam memisahkan densitas gerakan tanah. Semakin besar rupture speed semakin besar juga gerakan tanah yang dihasilkan dari gempabumi.

Kecepatan di mana earthquake rupture propagates mempengaruhi keseimbangan energi dan dampak guncangan tanah. Model dinamis gempa supershear, yang lebih cepat dari kecepatan gelombang shear, sering dimulai pada kecepatan subshear dan kemudian lebih cepat dari kecepatan Eshelby. Di sini kami menyajikan bukti kuat dari supershear rupture dini dan tetap pada kecepatan sub-Eshelby dari gempa Palu berkekuatan 7,5, Indonesia 2018. Proyeksi balik data teleseismik yang dilambatkan, memberikan gambar yang tajam dari proses rupture, di sepanjang jalur yang konsisten dengan jejak rupture permukaan yang disimpulkan oleh korelasi subpiksel dari radar aperture sintetis dan gambar optik satelit. Rupture merambat pada kecepatan berkelanjutan 4,1 km s-1 dari inisiasi sampai akhir, di samping lengkungan sesar besar. Kecepatan supershear tetap selanjutnya divalidasi oleh bukti seismologi, gelombang Rayleigh Mach medan jauh. Fitur yang tidak biasa dari gempa ini menyelidiki hubungan antara dinamika rupture dan struktur patahan. Transisi supershear awal dapat muncul oleh kekasaran patahan di dekat hiposenter. Perambatan rupture yang stabil pada kecepatan yang tidak terduga dalam media homogen dapat dihasilkan dari adanya zona patahan yang rusak dengan kecepatan rendah.

 

Mohon maaf karena ada keterbatasan kemampuan dalam pengiriman sertifikat kepada sleuruh peserta secara bersamaan, maka kami persilahkan untuk mendownload Materi dan sertifikat pada link berikut ini :

https://bit.ly/SertifikatGeoSem1