Artificial Intelligence, Machine Learning, dan Big Data Computation dengan Menggunakan Python dalam Bidang Geosains

Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM kembali melaksanakan kegiatan Geoseminar pada hari Selasa tanggal 3 November 2020 yang menghadirkan Agus Abdullah, Ph.D. sebagai narasumber dengan topik materi “Artificial Intelligence, Machine Learning, dan Big Data Computation dengan menggunakan Python dalam bidang Geosains”. Geoseminar yang dimoderatori oleh Ryandi Adlan, S.T. ini diikuti oleh lebih dari 360 peserta yang berpartisipasi melalui aplikasi Webinar Zoom dan Youtube.

Agus Abdullah, Ph.D. merupakan salah satu dosen dari Universitas Pertamina dan juga founder dari Geodwipa Cloud Computing. Bidang keahlian beliau antara lain seismic imaging, reservoir characterization, seismic tomography, artificial intelligence, dan cloud computing. Python Programming Language diciptakan pertama kali oleh Guido Van Rossum di awal tahun 90-an. Pertama kali diluncurkan ke publik pada tahun 1991 dan dapat diakses secara gratis (open source). Python Programming Language dikelola oleh Python Software Foundation (PSF). Banyak perusahaan besar yang menggunakan Python sebagai salah satu bahasa pemrograman diantaranya Google, Youtube, Yahoo!, NASA, dan masih banyak lagi. Adapun library dari Python yang digunakan dalam bidang geosains disesuaikan dengan kebutuhannya yaitu antara lain NumPy, Pandas, PyTables, Bokeh, IPython, scikit-image, GPU dan masih banyak lagi.

Salah satu kelebihan menggunakan Python adalah user dapat lebih berkreasi dan melakukan inovasi sesuai dengan keinginan user. Python memiliki tools seperti MongoDB, MySQL, SQLite, dan Postgres yang mendukung pekerjaan dengan dataset yang besar, dimana data dapat berasal dari lokasi yang remote. Python juga dapat digunakan untuk memprediksi log shear wave velocity (Vs) dengan artificial neural network. Multiprocessing wajib dimanfaatkan untuk machine learning seperti dalam analisis geokimia, analisis spectral, maupun analisis batuan. Pemanfaatan GPU juga dilakukan untuk meminimalisir waktu pengerjaan dari pengelolaan data geosains. Dengan machine learning, pengelolaan ribuan data-data sumur dapat dilakukan hanya dengan hitungan menit dengan hasil keakuratan dapat mencapai 89% untuk prediksi fasies, berbeda dengan dilakukan secara analog oleh seorang ahli geologi yang bisa memakan waktu hingga tahunan.

*.*.jpg

 

Contoh penggunaan Python dalam pembuatan model tomografi dari data gempa di daerah Jawa tengah – Jawa Timur menunjukkan kondisi geologi yang cukup detil dan terlihat penyebaran sumber panas magma di daerah tersebut. Machine learning memang menjadi topik hangat saat ini, dimana kegunaannya yang luas seperti convolutional neural network untuk prediksi patahan, artificial neural network untuk karakterisasi reservoir dan prediksi shear wave, serta deep learning untuk pemetaan konfigurasi internal seismik. Sedangkan kegunaan dari Python dalam cloud computing diantaranya untuk digitalisasi dan visualisasi data-data geosains.

 

Materi Pembicara Pertama

 

Klik pada tulisan ini untuk download sertifikat

atau copy dan paste link berikut pada browser anda

http://bit.ly/Geoseminar03Nov2020