TECTONIC OF SUNDALAND RELATED HYDROCARBONS, PROVEN AND POTENTIAL, TERTIARY AND MESOZOIC UPDATED ON PEMBUANG, BANJARNEGARA, MADURA, AND CENTRAL SUMATRA BASINS

Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM kembali melaksanakan kegiatan Geoseminar pada hari Kamis tanggal 13 Agustus 2020 yang menghadirkan Ir. Awang Harun Satyana sebagai narasumber, dengan judul materi yang dibawakan adalah “Tectonics of Sundaland: Related Hydrocarbons, Proven and Potential, Tertiary and Mesozoic: Updated on Pembuang, Banjarnegara, Madura, and Central Sumatra Basins”. Geoseminar yang dimoderatori oleh Edy Slameto, S.T., M.T., M.Sc. selaku Kepala Bidang Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi di Pusat Survei Geologi ini diikuti oleh lebih dari 280 peserta yang berpartisipasi melalui aplikasi Webinar Zoom.

Ir. Awang Harun Satyana adalah seorang ahli geologi yang sangat berpengalaman dalam bidang minyak dan gas bumi. Sejak tahun 1993, beliau telah menerbitkan sedikitnya 573 tulisan berupa paper, artikel, buku, dsb. Beliau juga merupakan instruktur untuk professional course seperti Geologi Petroleum Indonesia, Geokimia Petroleum, Analisis Sistem Petroleum, Tektonik dan Struktur, dan Interpretasi Biomarker. Dalam penyampaian materinya, Ir. Awang Harun Satyana membagi kerangka presentasi menjadi 6 (enam) bagian. Presentasi didahului oleh Origin of the Sundaland Concept dan diikuti oleh Historical Tectonic Concepts, Tectonic Evolution, Hydrocarbons of Circum-Sundaland Basins, Mesozoic Hydrocarbons – New Opportunities, dan Updates of Pembuang, Banjarnegara, Madura, Central Sumatra Basin.


*.*.jpg

 

Materi yang dibawakan Ir. Awang Harun Satyana ini sekaligus merupakan tambahan informasi terkait empat lokasi kegiatan rutin survei hulu migas tahun anggaran 2020 di Pusat Survei Geologi, yaitu di area Cekungan Pembuang, Banjarnegara, Madura, dan Sumatra Tengah yang letaknya dalam lingkup area paparan sunda atau Sundaland. Cekungan Pembuang merupakan salah satu cekungan sedimen di wilayah Pulau Kalimantan yang memang belum banyak dilakukan eksplorasi migas. Sumur Kuala Pembuang-1 yang dibor di Cekungan Pembuang menunjukkan hasil adanya kemungkinan keberadaan hidrokarbon di lapisan target primer yaitu upper Berai Limestone. Sedangkan untuk area Jawa (Banjarnegara) yang didominasi oleh endapan vulkanik telah banyak ditemukan manifestasi hidrokarbon, seperti rembesan minyak. Contoh kasus adalah di area Cekungan Banyumas yang sekarang merupakan blok Wilayah Kerja Migas aktif yang dimiliki oleh PT. Minarak Banyumas Gas.

Di area Madura yang merupakan bagian dari Cekungan Jawa Timur Utara didominasi oleh carbonates play berumur Oligosen-Miosen yang sekarang sudah banyak diproduksi. Sedangkan, di Cekungan Sumatra Tengah dalam aspek migas konvensional sudah dikenal sebagai cekungan yang telah berproduksi. Tetapi jika dilihat kembali dari potensi migas non konvensional nya, Cekungan Sumatra Tengah juga menyimpan potensi shale gas dan coal bed methane yang besar. Dimana potensi shale gas terdapat di Formasi Brown Shale atau Kelompok Pematang berumur Paleogen yang tersusun secara dominan oleh batuan serpih atau shale yang kaya akan material organik.

 

Unduh Materi Pembicara

 

Klik pada tulisan ini untuk download sertifikat

atau copy dan paste link berikut pada browser anda

http://bit.ly/Geoseminar13Aug2020