DISKUSI KELOMPOK TERPUMPUN TINDAK LANJUT DARI PENETAPAN KAWASAN BENTANG ALAM KARST (KBAK) SANGKULIRANG-MANGKALIHAT, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Setelah mendapatkan status perlindungan melalui Keputusan Menteri Energi dan SumberDaya Mineral tentang Kawasan Bentang Alam Karst Sangkulirang-Mangkalihat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memandang perlu untuk memanfaatkan kawasan karst di Kabupaten Kutai Timur bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bekerjasama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menggelar acara diskusi terpumpun dengan mengundang Akademisi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Eko Haryono, Kepala Subbidang Geologi Dasar dan Terapan, Pusat Survei Geologi, KESDM Aries Kusworo dan Peneliti Utama KESDM sekaligus Global Geoparks Advisory Commitee Member Hanang Samodra. Acara tersebut bertemakan “Karst Sangkulirang-Mangkalihat Menuju Pengembangan Taman Bumi (Geopark)” yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 11 Pebruari 2020 di Hotel Midtown Samarinda.

*.*.jpg

Gambar 1. Kepala Subbidang Geologi Dasar dan Terapan, Pusat Survei Geologi

Dari hasil kajian ilmiah tentang karst serta kekayaan hayati dan budaya di sekitarnya yang dilakukan oleh Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau, dapat dikatakan bahwa kawasan tersebut mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan Geopark. Kawasan Karst di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau mempunyai keunikan lanskap menara karst yang khas dan didukung dengan banyaknya gua yang memilliki lukisan tangan manusia pra sejarah.Namun untuk membangun suatu geopark masih perlu ditambahkan dengan identifikasi keragaman geologi non karst, agar kisah tentang dinamika kebumian di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau dapat diceritakan dengan lengkap. Untuk itu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Pusat Survei Geologi, Badan Geologi membuka ruang diskusi yang luas dalam rangka membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur saat mengidentifikasi keragaman kekayaan geologinya.

*.*.jpg

Gambar 2. Foto bersama para peserta kegiatan “Karst Sangkulirang-Mangkalihat Menuju Pengembangan Taman Bumi (Geopark)”

Keragaman geologi yang bernilai tinggi atau yang dikenal sebagai geoheritage (warisan geologi). merupakan salah satu syarat utama yang diperlukan dalam membangun sebuah geopark. Dalam memenuhi persyaratan itu, hasil dari identifikasi keragaman geologi tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Badan Geologi sebelum ditetapkan sebagai geoheritage sesuai dengan amanah Peraturan Menteri ESDM No.1 Tahun 2020 tentang Pedoman Penetapan Warisan Geologi (Geoheritage).

Akan tetapi yang lebih penting dari semua itu adalah pemberdayaan masyarakat setempat dalam mengelola kawasan karst tersebut. Pemerintah Provinsi Kalimantan telah bersedia untuk melakukan identifikasi keragaman geologinya bersamaan secara paralel dengan proses pengembangan pemberdayaan masyarakat setempat bekerjasama dengan setiap pemangku kepentingan.