STUDI BAHAYA LIKUIFAKSI PALU BERDASARKAN DATA GEOLOGI TEKNIK

Oleh :

Risna Widyaningrum, ST, Taufiq Wira Buana, ST.MT, Ir. Sugalang, M.Sc, DR. Ir. Muhammad. Wafid AN, M.Sc, Ginda Hasibuan, ST, MT, Wahyu Budi Kusuma, ST, MT

SARI

Wilayah Palu berada pada koordinat 119o 51’ 00” - 119o 56’ 00” BT dan 00o 52’ 00” - 00o 59’ 00” LU. Palu merupakan salah satu daerah yang sering terjadi Gempa dan mempunyai seismisitas tinggi. Geologi regional daerah Palu dan sekitarnya didominasi oleh endapan kuarter yang terdiri atas endapan fluviatil dan alluvium. Kondisi alam tersebut memiliki beberapa potensi yang merugikan di antaranya adalah potensi likuifaksi.

Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif dan Metode Kuantitatif. Metode kualitatif berlaku untuk skala kecil atau Formasi batuan. Hasil dari metode kualitatif berupa gambaran umum tentang kecenderungan potensi likuifaksi. Sedangkan Metode Kuantitatif adalah dengan pendekatan Cyclic Stress yang umumnya digunakan untuk estimasi ketahanan likuifaksi pada tanah pasiran.

Likuifaksi akan menjadi masalah jika terjadi pada kawasan budidaya seperti area pemukiman, prasarana fisik dan industri. Masalah tersebut adalah efek penurunan dan perpindahan lateral tanah yang mengenai konstruksi bangunan fisik seperti tanah pondasi pada pemukiman, industri, jembatan dsb yang menurunkan tingkat kestabilannya.

Likuifaksi merupakan bencana yang bisa merusak kondisi infrastruktur sehingga pengetahuan terhadap potensi dan kerawanan likuifaksi sangat penting terutama dalam merencanakan tata ruang khususnya di daerah Palu dan sekitarnya.

Unduh Bahan Presentasi [11 MB]