Gempa Bumi Di Wilayah Donggala Mengikuti Pola Patahan Palu-Koro

BANDUNG - Sebagaimana diketahui, Jumat (28/9), pukul 17:02 WIB, gempa bumi telah terjadi di wilayah Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Gempa dengan magnitude mencapai 7,4 Skala Richter (SR) ini berpusat pada koordinat 0,178(S-119,840(N (25 km timur laut Donggala) pada kedalaman 10 km. Selain menyebabkan korban jiwa serta merusak bangunan vital, gempa juga diikuti oleh tsunami dengan ketinggian gelombang 1,5 hingga 2 meter yang melanda pantai Kota Palu.

Kepala Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eko Budi Lelono mengungkapkan, berdasar data-data titik pusat gempa bumi dan peta patahan aktif yang dimiliki Badan Geologi, tampak bahwa rangkaian gempa bumi ini sangat jelas mengikuti pola patahan Palu-Koro. Patahan Palu Koro merupakan salah satu patahan aktif di Indonesia yang memotong wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

"Badan Geologi telah melakukan penelitian dan pemetaan terkait patahan Palu-Koro ini dan diketahui bahwa patahan ini melintang dengan arah relatif utara-selatan mulai dari Tanjung Mangkaliat di Kalimantan Utara hingga perbatasan Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara dengan panjang ? 330 kilometer. Patahan Palu - Koro merupakan jenis patahan mendatar mengiri tipe bercabang (bifurcation) seperti patahan Alpina," terang Eko.

20180903_134103.jpg

Gempa bumi merusak sering terjadi di sepanjang lajur patahan ini seperti terjadi pada tahun 1927, 1938, 1985, 1998, 2007 dan 2012. Gempabumi ini mencapai intensitas maksimum VII - VIII pada skala MMI. Nilai intensitas tersebut diperkirakan setara dengan nilai percepatan gempa bumi 0,5 - 0,6 g. Patahan Palu-Koro merupakan patahan aktif dengan indikasi neotektonik berupa struktur geologi yang memotong endapan berumur Kuarter. "Berdasarkan analisis pentarikhan umur dengan metode Radiocarbon diketahui bahwa pergerakan tektonik Kuarter tersebut pernah terjadi setelah 26750 ? 700 BP dan 1790 ? 200 BP," ungkap Eko.

Selengkapnya..