Peta Mikrozonasi Daerah Mataram

Gempa bumi yang mengguncang di Lombok Utara pada tanggal 29 Juli 2018 dan 5 Agustus 2018 berserta seri gempa susulannya menyebabkan ratusan orang meninggal dan kerugian material dengan menghancurkan berbagai macam infrastruktur.

Gempa kali ini menjadi gempa kesekian yang terjadi di Pulau Lombok. Berdasarkan Sejarah kegempaan di pulau Lombok, sudah terjadi tujuh kali gempa yang pernah terjadi dengan kekuatan di atas 6,0 SR namun, gempa ini merupakan yang terbesar.

Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementrian ESDM mengungkapkan rangkaian kejadian gempa ini dipicu oleh aktifitas sesar naik yang beada di bagian utara Pulau Lombok dan terjadi di lajur barrier di bidang patahan naik busur belakang Flores.

Kerusakan dan korban yang ditimbulkan akibat gempa ini makin diperparah karena Lombok utara ini tersusun atas endapan muda yang sangat lepas, mudah longsor, dan sifat keteknikan yang buruk. Infrastruktur atau bangunan yang bertumpu pada endapan ini menjadi rentan terhadap goncangan yang diakibatkan oleh gempa. Endapan – endapan pasir yang lepas ini pun menjadikan kekuatan tanah berkurang dikarenakan pegerakan tanah yang dipicu oleh gempa dan membuat daya dukung tanah menurun atau biasa disebut likuifaksi memperparah kerusakan yang ditimbulkan.

 

20180903_134103.jpg

Gambar 1. Peta Mikrozonasi Kota Mataram

 

Demi meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi dimasa depan, Badan Geologi membuat peta mikrozonasi di kota Mataram yang merupakan ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan peta mikrozonasi tersebut terbagi 3 potensi kerusakan yaitu tinggi, sedang dan rendah. Umumnya Potensi tinggi berada pada kota Mataram bagian barat mulai dari daerah Ampenan, Jmpong, Mataram Barat hingga Dasar Germen. Adapun pontesi sedang umumnya berada dibagian tengah dan utara kota Mataram seperti Ampenan Utara, Karang Baru hingga Pagutan. Bagian Timur Kota Mataram merupakan potensi kerusakan rendah terhadap gempa bumi seperti daerah Mojok hingga Turida.

 

Editor : Cipto Handoko

Diunggah Oleh : Humas PSG