PATAHAN LEMBANG : FAKTA DAN REALITA

Cekungan Bandung meliputi wilayah Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat merupakan bagian dari deretan zona depresi di Jawa Barat yang dikelilingi oleh bukit-bukit dan pegunungan vulkanik. Wilayah tersebut merupakan daerah yang strategis dan merupakan daerah pemukiman, pusat bisnis, perdagangan, perkebunan, pariwisata di Jawa Barat. Di sisi lain, wilayah ini juga mempunyai risiko tinggi akan terjadinya bencana gempa bumi karena keterdapatan Patahan Lembang yang berada di sebelah utara. Dalam Geoseminar yang diadakan 7 September 2018 oleh Pusat Survei Geologi dengan tema Patahan Lembang: Fakta dan Realita, menampilkan tiga pembicara yaitu R. Muchamad Wahyudiono, ST., M.Si (Pusat Survei Geologi), Dr. Akhmad Solikhin, S.Si., DEA (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), dan Dr. Irwan Meilano (Institut Teknologi Bandung), dan dimoderatori oleh Ir. S.R. Sinung Baskoro, M.T dari Pusat Survei Geologi. Geoseminar ini membahas potensi dan bahayanya Patahan Lembang di wilayah Bandung.

 

20180903_134103.jpg

Gambar 1. Tiga pembicara serta moderator pada acara Geoseminar 7 September 2018

(kiri ke kanan: . S.R. Sinung Baskoro, M.T, R. Muchamad Wahyudiono, ST., M.Si., Dr. Akhmad Solikhin, S.Si., DEA., dan Dr. Irwan Meilano)

 

Kegiatan Geoseminar kali ini, mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari peserta yang hadir berkisar 657 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi (ITB, ITENAS, UPI, UPN, UNISBA, UGM, UNPAD, Universitas Pakuan, dll), para pelajar dan pengajar, para komunitas relawan kebencanaan, kalangan pejabat fungsional di lingkungan KESDM, dinas-dinas terkait serta masyarakat umum.

Pembicara R. Muchamad Wahyudiono menjelaskan bahwa beberapa patahan yang berada di sekitar Cekungan Bandung seperti Patahan Jati, Patahan Cileunyi-Tanjungsari serta Patahan Cicalengka perlu diwaspadai keberadaannya karena patahan tersebut merupakan patahan aktif. Para ahli geologi di Badan Geologi sudah memetakan dan masih terus meneliti keberadaan dan karakteristik Patahan Lembang. Badan Geologi juga telah mengantisipasi dengan menempatkan 3 (tiga) unit seismograf yang dipergunakan untuk memantau perkembangan kegempaan di daerah Bandung dan sekitarnya yang masing-masing ditempatkan di Soreang, Ciparay dan Lembang. Pemetaan seismotektonik di wilayah Bandung yang dilakukan oleh Badan Geologi, diketahui bahwa wilayah Kota Bandung disusun oleh Batuan Sedimen Tersier yang bersifat padu dan keras pada bagian bawah dan ditutupi oleh Batuan Sedimen Gunungapi (bagian utara) dan Sedimen Danau berumur Kuarter (bagian selatan) yang bersifat lunak dan urai. Analisis kebolehjadian gempa bumi wilayah Bandung dan sekitarnya menunjukkan bahwa wilayah ini mempunyai potensi kejadian gempabumi dengan peak ground acceleration (PGA) 0,227g pada batuan dasar dan kebolehjadian 2% dalam 50 tahun. Kejadian gempabumi secara historis telah terjadi beberapa kali di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Pembicara kedua yaitu Dr. Akhmad Solikhin, S.Si., DEA dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan bahwa PVMBG telah melakukan kajian mikrozonasi gempa bumi untuk wilayah Bandung guna mengetahui potensi bahaya yang dapat diakibatkan oleh aktivitas Patahan Lembang. Kajian mikrozonasi menggunakan metode analisis mikrotremor Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) dan Multichannel Analysis of Surface Wave yang dilakukan pada tahun 2008 dan dilanjutkan pada tahun 2016-2018. Dari hasil kajian tersebut, diperoleh peta kerentanan tanah terhadap guncangan gempa bumi serta profil kedalaman Cekungan Bandung setara dengan intensitas gempa bumi sebesar VII – VIII MMI (Modified Mercalli Intensity).

Pembicara Dr. Irwan Meilano menjelaskan telah melakukan studi geodesi dan memperkirakan slip rate Patahan Lembang sebesar 6 mm/tahun. Berdasarkan perhitungan Seismic Hazard Analysis, Patahan Lembang berpotensi menghasilkan gempa dengan magnitude mencapai M 6.8. Menurutnya, jika di masa yang akan datang kejadian gempa tersebut benar-benar terjadi, maka akan memberikan beberapa dampak, seperti kerusakan bangunan, fasilitas, hingga timbulnya korban. Kerugian terbesar yang dihasilkan dari kejadian gempa umumnya berasal dari kerusakan bangunan. Lokasi Sesar Lembang yang berada dekat dengan Kota Bandung akan berdampak pada perekonomian di wilayah ini akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh getaran gempa.

Dari hasil kegiatan seminar ini, diharapkan semua pihak lebih memahami akan keberadaan dan aktivitas patahan-patahan di wilayah Bandung dan sekitarnya. Sehingga masyarakat menjadi lebih bijak dalam menyikapi berita-berita yang berkaitan dengan potensi bencana gempa bumi di wilayah ini serta dapat memanfaatkan ruang dan pengembangan wilayah lebih baik lagi guna mengurangi jumlah kerusakan dan kerugian.

 

20180903_134103.jpg

Gambar 2. Antusiasme peserta yang datang memenuhi ruangan Auditorium Geologi

 

Materi yang disampaikan oleh para pembicara dapat diunduh pada link berikut:

Materi 1 : Potensi gempa bumi patahan aktif lembang dan patahan lain di sekitarnya

Materi 2 : Sesar lembang dan bahayanya di cekungan Bandung

Materi 3 : Potensi ancaman dan resiko bencana akibat sesar lembang

 

Editor : Cipto Handoko

Diunggah Oleh : Humas PSG