KAJIAN GEMPA LOMBOK DARI TINJAUAN GEOLOGI DAN GEOFISIKA

Gempa yang berada di Lombok Utara yang terjadi pada tanggal 29 Juli, 5 Agustus dan 19 Agustus 2018 telah menjadi polemik di masyarakat dikarenakan kekuatannya yang dahsyat (berkisar M 5.5-6.9) dan menelan banyak korban. Dalam Geoseminar yang diadakan pada tanggal 31 Agustus 2018 oleh Pusat Survei Geologi dengan tema Kajian Gempa Lombok Dari Tinjauan Geologi dan Geofisika menampilkan 3 pembicara yaitu, Dr. Joko Wahyudiono, ST., MT. (Pusat Survei Geologi), Ir. Asdani Soehaimi, Dipl. Seis. (Pusat Survei Geologi), dan Dr. Andri Dian Nugraha, S.Si, M.Si. (ITB/HAGI). Geoseminar ini membahas bagaimana gempa tersebut terjadi dari pandangan geologi struktur, mikrozonasi seismotektonik dan geofisika. Metode yang digunakan seperti pendekatan geologi regional, pengambilan data focal mechanism, mikrozonasi gempa, dan geofisika. Kegiatan ini mendapat antusiasme dari banyak kalangan yang dapat dilihat dari jumlah peserta yang hadir berkisar 400 peserta yang datang dari berbagai perguruan tinggi (ITB, ITENAS, UPI, UPN, UNISBA, UGM, UNPAD, Universitas Pakuan, dll), para pelajar dan pengajar, para komunitas relawan kebencanaan, serta kalangan pejabat fungsional di lingkungan KESDM.

 

Gambar 1. Tiga pembicara pada acara Geoseminar 31 Agustus 2018

20180903_134103.jpg

(kiri ke kanan: Dr. Joko Wahyudiono, ST., MT. (Pusat Survei Geologi), Ir. Asdani Soehaimi, Dipl. Seis. (Pusat Survei Geologi), dan Dr. Andri Dian Nugraha, S.Si, M.Si. (ITB/HAGI))

 

Hasil dari geoseminar tersebut dapat disimpulkan bahwa Kepulauan Nusatenggara Barat dan Timur adalah merupakan kepulauan yang dikontrol oleh tektonik aktif, dengan frekuensi gempa bumi merusak tinggi. Tektonik aktif penyebab gempa bumi yakni Tektonik Tunjaman Selatan Nusatengara, Patahan Naik Busur Belakang Flores, Patahan aktif Selat Bali, Selat Lombok, Selat Sumbawa, Selat Flores dan Selat Timor. Selain itu dapat dijumpai patahan - patahan aktif di daratan Kepulauan. P. Bali, Lombok, Sumbawa, Flores dan Timor adalah merupakan Pulau – Pulau Mikro Kontinen Aktif yang Rawan Bencana Gempa bumi. Khususnya daerah pantai utara dan selatan kepulauan Nusatenggara adalah merupakan daerah Rawan Bencana Gempabumi dan Tsunami. Khusus untuk gempa Lombok, penyebab gempa adalah hasil dari pergerakan sesar naik yang tegak (back-arc thrusting) yang berada di sebelah utara Gunung Rinjani dan apabila dikaitkan dengan teori asperity (Lay, 2015) dan model yang sudah dianalisis oleh para tim ahli, sesar naik pada gempa Lombok mempunyai tingkat asperity yang tinggi yang terjadi pada bidang segmen sesar naik Lombok utara sehingga menghasilkan banyak gempa yang terus-menerus (foreshock, mainshock, dan aftershock).

Dari hasil seminar tersebut, saran untuk pihak-pihak yang terlibat dalam studi dan penerapan geosains dalam gempa Lombok ini adalah perlu monitoring kegempaan, terutama area seismik (potensi aspiriti baru) pada bidang Sesar Naik Lombok Utara, mewaspadai aktifitas sesar oblique timurlaut-baratdaya bagian barat Lombok sebagai zona lemah penyalur gelombang gempa atau sebagai titik pusat gempa, perlu dibuat skenario-skenario kemungkinan kejadian gempa berdasarkan data pemodelan, statistik, dan geometri bidang sesar, asesmen terhadap peralihan dari upaya mitigasi gempa bumi, penanggulangan, hingga upaya pemulihan sangat diperlukan, Disain tataletak bangunan dan infrastruktur lainnya perlu mempertimbangkan kedudukan dan keberadaan lajur sumber gempabumi di wilayahnya (penerapan kode bangunan tahan gempa bumi), dan perlu disusun peta seismotektonik local Pulau Lombok.

 

20180903_134103.jpg

Gambar 2. Suasana selama kegiatan berlangsung

 

20180903_134103.jpg

Gambar 3. Antusiasme peserta yang datang memenuhi ruangan Auditorium Museum Geologi

 

Materi 1 : Tinjauan seismologi dan tomografi di sekitar zona gempa lombok 2018

Materi 2 : Geodinamika dan mekanisme gempa lombok

Materi 3 : Seismotektonik, psha dan mikrozonasi sebagai data dasar untuk mitigasi resiko gempa lombok utara 2018

 


Editor: Akbar Cita

Diunggah oleh: Humas PSG