Survei Akuisisi Seismik 2D Prospek Migas di Selabangka Untuk Penemuan Cadangan Migas Baru

Survei Akuisisi Seismik 2D

Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2018 melakukan pelayanan berupa penyelidikan dan penyediaan data geofisika, khususnya di bidang minyak dan gas bumi (migas) yaitu berupa survei akuisisi seismik 2D lepas pantai. Kegiatan ini dilakukan juga dalam rangka mempersiapkan Wilayah Kerja (WK) migas baru di wilayah lepas pantai di sekitar zona Cekungan Selabangka, Cekungan Tomori dan sebagian Cekungan Muna - Buton (peta cekungan sedimen Indonesia, 2009). Besar harapan dari kegiatan ini mampu meningkatkan penemuan wilayah potensi migas serta mendorong peningkatan investasi pada sub sektor migas, sehingga mampu mempercepat pembukaan Wilayah Kerja baru secara berkesinambungan.

Secara wilayah administrasi, lokasi pengambilan data survei akuisisi seismik 2D terletak di bagian lepas pantai di dalam area survei 37.330 km2 dengan jumlah panjang lintasan akuisisi seismik 2D yaitu 1800 meter terdiri dari 12 lintasan akuisisi seismik (Gambar 2). Meliputi perizinan dinas perikanan kabupaten dan kota masuk wilayah administrasi Kabupaten Buton Utara, Kotamadya Kendari Kota, Kabupaten Konawe Kelautan, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kabupaten Morowali, masuk dalam wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara dan sebagian masuk dalam wilayah Propinsi Sulawesi Tengah

Dalam kegiatan teknis pengambilan data akuisisi seismik 2D dilakukan oleh tim ahli seismik dari PT. Elnusa Tbk. selaku pelaksana kegiatan survei (Gambar 3) dengan menggunakan kapal utama MV Elsa Regent berbobot GRD: 6398 ton, panjang 93,3 meter dibantu dua kapal chase boat yaitu Mitra Anugerah 26 dan Mitra Anugerah 33, berbobot GRT : 253 ton dan panjang 30 meter (Gambar 4). Lamanya waktu pelaksanaan kegiatan ini dilakukan selama 25 hari kerja dari tanggal 24 April sampai 17 Mei 2018.

Selengkapnya..