MENYINGKAP POTENSI GEOLOGI MIGAS CEKUNGAN BANYUMAS

Pusat Survei Geologi mengadakan kegiatan rutin Geoseminar pada tanggal 20 Juli 2018 dengan tema Menyingkap Potensi Geologi Migas Cekungan Banyumas. Materi disampaikan oleh narasumber Eko Bayu Purwasatriya, S.T., M.Si dari Universitas Jenderal Soedirman dengan moderator Rully Setiawan, S.T., M.T dari Pusat Survei Geologi. Kegiatan Geoseminar dihadiri sebanyak 121 orang yang didominasi dari kalangan mahasiswa/i dan pelajar. Hadir pula peserta dari instansi Badan Geologi, Lemigas, Tekmira dan Instansi Swasta.

2018-07-20_geoseminar Eko Bayu Purwasatriya

Gambar 1. Pemateri Geoseminar Pembicara Eko Bayu Purwasatriya, S.T., M.Si

 

Dalam kegiatan Geoseminar tersebut, pembicara memaparkan salah satu sudut pandang baru dalam pemahaman geologi Cekungan Banyumas, yaitu adanya jalur busur magmatik Mio-Pliosen dan busur magmatik Plio-Pleistosen di sebelah utara Pegunungan Selatan. Busur magmatik ini sebelumnya diinterpretasikan sebagai sebuah antiklin, baik dari data seismik maupun data geologi permukaan, sehingga dari 5 sumur bor yang ada, semuanya ditajak pada jalur busur magmatik Mio-Pliosen ini. Penemuan busur magmatik Mio-Pliosen ini berdasarkan data peta anomali gravitasi residual, dimana karakter gunung api tersebut mempunyai anomali negatif di bagian pusat erupsinya dan mempunyai anomali positif di bagian lerengnya, persis seperti karakter anomali gravitasi residual Gunung Slamet saat ini di bagian utara. Data magnetik, geologi permukaan dan data sumur bor, semuanya mendukung adanya busur magmatik Mio-Pliosen ini. Sudut pandang baru lainnya adalah bahwa Cekungan Banyumas berupa Island/Volcanic arc flexure basin, dimana basement-nya berupa lempeng samudera dan tidak terjadi rifting, sehingga gradien geotermalnya tidak terlalu tinggi, tetapi adanya busur magmatik, dan sedimen yang sangat tebal pada cekungan yang dalam, sehingga panas yang ada mampu mematangkan batuan induknya.

Secara ringkas penjelasan elemen petroleum systems adalah sebagai berikut : Potensi batuan induk ada 2, yaitu Paleogen (ekuivalen Formasi Karangsambung) dan Neogen (Formasi Pemali dan Halang). Reservoir vulkaniklastik mengandalkan fracture sebagai porositas sekundernya. Data struktur geologi menunjukkan adanya rejim kompresi yang kuat serta didukung data singkapan lapangan dan data XRMI sumur Jati-1 menunjukkan adanya partially open fracture di kedalaman 13.000 – 14.000 kaki. Perangkap bisa berupa antiklin, patahan dan perangkap stratigrafi seperti onlap dan facies change. Seal berupa intra-formational seal dan migrasinya melalui jalur patahan ataupun rekahan. Selain play yang lama seperti antiklin dan patahan, petroleum play baru yang dibangun adalah onlap.

Pemaparan dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab oleh peserta geoseminar yang berlangsung sangat interaktif.

2018-07-20_geoseminar Eko Bayu Purwasatriya 2

Gambar 2. Suasana sesi Tanya jawab yang berlangsung

 

Diunggah oleh : Humas PSG

Editor : Akbar Cita