GEOLOGI KOMPLEKS GUNUNG API RAJABASA, LAMPUNG SELATAN, KAITANNYA DENGAN PROSPEK PANAS BUMI

Pada tanggal 13 Juli 2018 telah diadakan Geoseminar Pusat Survei Geologi dengan tema Geologi Kompleks Gunungapi Rajabasa, Lampung Selatan: Kaitannya dengan Prospek Panas Bumi. Tema minggu ini dipaparkan oleh Ir. Sidarto, M.Si dari Pusat Survei Geologi dan dimoderatori oleh Fitriani Agustin, S.T., M.Sc. Geoseminar dihadiri sebanyak 111 peserta yang berasal dari para ahli di lingkungan Badan Geologi, LIPI dan dari beberapa perguruan tinggi.

2018-07-13_geoseminar_Sidarto

Gambar 1. Pemateri Geoseminar Ir. Sidarto, M.Si beserta moderator Fitriani Agustin, S.T., M.Sc.

Dalam kegiatan Geoseminar tersebut, pembicara membahas tentang geologi Gunungapi Rajabasa. Dalam pemetaan bersistim skala 1:250.000, daerah ini termasuk dalam Peta Geologi Lembar Tanjungkarang, sedangkan dalam peta geologi skala 1:100.000 termasuk Lembar Kalianda, dan pada skala 1:50.000 terdiri atas Lembar Kalianda, Lembar Panengahan, Lembar Bakauheni dan Lembar Ketapang. Peta Geologi skala 1:250.000 dan Peta Geologi skala 1:100.000 satuan stratigrafinya didasarkan atas litosratigrafi (batuan dominan), sedangkan dalam pemetaan geologi skala 1:50.000, yang daerahnya terdiri atas batuan gunung api pembagian satuan didasarkan atas morfostratigrafi (Sandi Stratigrafi Indonesia, Anonim, 1996), dan pembagian satuan stratigrafinya didasarkan volkanostratigrafi, yang meliputi Busur, Manggala, Bregada, Khuluk dan Gumuk.

Daerah ini secara fisiografi termasuk dalam Busur Gunung api Barisan, dan geomorfologi terdiri atas Pegunungan Tuf terlaskan, Perbukitan Dasit, Kerucut terpancung Gunung api Rajabasa Purba, Kerucut terpancung Gunung api Tanjungtua, Kerucut terpancung Gunung api Sebuku, Kerucut terpancung Gunung api Cukur, Kerucut terpancung Gunung api Mengkudu, Kerucut terpancung Gunung api Kelawi, Kerucut terpancung Gunung api Kapayang, Kerucut terpancung Gunung Tangkil, Kerucut terpancung Gunung api Pandan, Kerucut terpancung Gunung api Cukung, Kerucut Gunung api Atas, Kerucut Gunung api Rajabasa, Lereng kaki Gunung api Sebesi, Perbukitan Lahar, Dataran Lahar, Kipas Aluvium dan Dataran Pantai.

Stratigrafi disusun oleh Tuf Tarahan (Pott), Dasit (Nmda), kedua satuan ini didasarkan atas litostratigrafi, yang mengalasi Kompleks Gunung api Rajabasa. Kompleks gunung api ini termasuk dalam Menggala Panengahan yang terdiri atas Bregada Rajabasa Purba dan Bregada Cukur. Bregada Rajabasa Purba terdiri atas Lava Rajabasa Purba dan Ignimbrit Panengahan, dan Khuluk Tanjungtua, Khuluk Sebuku. Bregada Cukur tersusun oleh Batuan gunung api Cukur, Ignimbrit Totoharjo, dan Khuluk Sumbersari, Kuluk Tangkil, Khuluk Mengkudu dan Gumuk Kepayang. Khuluk Rajabasa terdiri atas Gumuk Pandan, Gumuk Cakung, Gumuk Atas, Gumuk Sebesi dan Batuan gunung api Rajabasa. Endapan sekunder terdiri atas lahar, endapan kipas alivium tua, dan endapan pantai. Struktur geologi terdiri atas kaldera dan kawah, sesar mendatar, sesar normal dan kelurusan.

Pemaparan dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab oleh peserta geoseminar yang berlangsung sangat interaktif.

 

Materi yang disampaikan dapat dibaca pada link berikut:

Baca disini

 

2018-07-13_geoseminar_Sidarto2

Gambar 2. Suasana Geoseminar di Auditorium Museum Geologi