REKOMENDASI WILAYAH KERJA MIGAS TAHUN 2017

Pada tahun anggaran 2017, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Pusat Survei Geologi melakukan program penyusunan Rekomendasi Wilayah Kerja Migas di sembilan (9) lokasi. Sembilan lokasi Rekomendasi Wilayah Kerja Migas tersebut terdiri atas 8 Wilayah Kerja (WK) Migas Konvensional dan 1 Wilayah Kerja (WK) Migas Non Konvensional. Rekomendasi WK Migas Non Konvensional dilakukan di Cekungan Kutai, Pulau Kalimantan.

Adapun Rekomendasi WK Migas yang dikeluarkan pada tahun anggaran 2017 terdiri atas:

  1. WK Kutai, Kalimantan Timur (Migas Non Konvensional)
  2. WK Obi, Maluku Utara
  3. WK Buru, Maluku
  4. WK Seram Onshore, Maluku
  5. WK Aru-Tanimbar Offshore, Maluku
  6. WK Maybrat, Papua Barat
  7. WK Biak, Papua
  8. WK Wamena, Papua
  9. WK Sahul, Papua

Diantara kesembilan WK Migas tersebut, terdapat enam (6) WK Migas yang teridentifikasi adanya petunjuk (lead) sumberdaya migas potensial, baik migas konvensional maupun migas non konvensional. WK Migas tersebut adalah WK Kutai, WK Buru, WK Aru-Tanimbar Offshore, WK Biak, WK Wamena, dan WK Sahul.

WK Kutai sebagai WK Migas Non Konvensional telah diidentifikasi menyimpan potensi shale gas yang tersebar di 3 blok, dengan kandungan original gas in place (OGIP) dari ketiga blok tersebut mencapai 46,79 Trillion Cubic Feet (TCF).

Pada WK Buru telah teridentifikasi adanya 16 daerah lead dan 1 prospek pada reservoir Formasi Ghegan berumur Mesozoikum dengan total sumberdaya potensial P(50) untuk skenario minyak sebesar 118,54 Million Barels of Oil (MMBO) dan untuk skenario gas sebesar 118,13 Billion Standard Cubic Feet (BSCF).

WK Aru-Tanimbar Offshore menunjukkan adanya 10 daerah lead untuk skenario gas pada reservoir Formasi Ungar berumur Mesozoikum dengan total sumberdaya potensial P(50) sebesar 141,94 BSCF.

WK Biak telah teridentifikasi 2 daerah lead pada reservoir batugamping Formasi Napisendi berumur Tersier dengan total sumberdaya potensial P(50) untuk skenario minyak sebesar 8,44 MMBO dan untuk skenario gas sebesar 10,11 BSCF.

WK Wamena merupakan hasil penelitian lanjutan dari WK Atsy pada tahun anggaran 2015, sehingga diidentifikasi terdapat 3 daerah lead pada Sistem Petroleum Sekuen Pre-Permian dalam reservoir Formasi Modio dan Formasi Tuaba, dengan total sumberdaya potensial P(50) untuk skenario minyak sebesar 263,75 MMBO dan untuk skenario gas sebesar 395,625 BSCF.

Sedangkan pada WK Sahul telah teridentifikasi 8 daerah lead pada reservoir Formasi Otomuna berumur Neoproterozoikum dengan total sumberdaya potensial P(50) untuk skenario minyak sebesar 150,75 MMBO dan untuk skenario gas sebesar 180,59 BSCF.

 

2019-05-29-RWK_Migas_TA_17_1.png

 

2019-05-29-RWK_Migas_TA_17_2.png

 

2019-05-29-RWK_Migas_TA_17_3.png

 

2019-05-29-RWK_Migas_TA_17_4.png

 

2019-05-29-RWK_Migas_TA_17_5.png

 

2019-05-29-RWK_Migas_TA_17_6.png

 

2019-05-29-RWK_Migas_TA_17_7.png

 

2019-05-29-RWK_Migas_TA_17_8.png

 

2019-05-29-RWK_Migas_TA_17_9.png

 

2019-05-29-RWK_Migas_TA_17_10.png