REKOMENDASI WILAYAH KERJA MIGAS TAHUN 2015

Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Pusat Survei Geologi berperan dalam pembinaan eksplorasi kegiatan hulu migas diantaranya dalam pembuatan Rekomendasi Wilayah Kerja (WK) Migas dan standar pelaporannya. Rekomendasi WK Migas telah dihasilkan sebanyak 36 rekomendasi yang dikeluarkan dari tahun 2015-2018. Rekomendasi tersebut diberikan berdasarkan hasil survei umum geologi minyak dan gas bumi terhadap 30 cekungan sedimen dari tahun 2010-2018. Survei ini meliputi Survei Cekungan (43 lokasi), Shale Gas (6 lokasi), Rembesan Mikro (5 lokasi), Seismik 2D (8 lokasi), dan Passive Seismic Tomography (PST) (4 lokasi).

Cekungan sedimen merupakan target bagi para pelaku usaha di bidang energi minyak dan gas bumi, karena dalam cekungan sedimen itulah minyak dan gas bumi terbentuk melalui sebuah proses yang saling berkaitan yang disebut sebagai sistem petroleum. Sedangkan Wilayah Kerja (WK) Migas adalah area rujukan bagi para pelaku usaha untuk melakukan eksplorasi migas dimana potensi sumberdaya migas ditemukan.

Potensi pada wilayah-wilayah kerja migas yang direkomendasikan oleh Pusat Survei Geologi perlu dilakukan eksplorasi lanjutan yang lebih detil agar dapat menjadi kunci bagi peningkatan jumlah cadangan migas terbukti Indonesia di masa mendatang.

Adapun Rekomendasi WK Migas yang dikeluarkan pada tahun anggaran 2015 berjumlah 9 rekomendasi yang terdiri atas:

  1. WK Tomini, Sulawesi Tengah
  2. WK Teluk Bone Utara, Sulawesi Selatan
  3. WK Misool Timur, Papua Barat
  4. WK Kai Timur, Maluku
  5. WK Tanimbar Timur, Maluku
  6. WK Boka, Papua
  7. WK Atsy, Papua
  8. WK Tanah Merah Utara, Papua
  9. WK Merauke, Papua

Sembilan WK Migas yang direkomendasikan tersebut merupakan WK Migas tipe Konvensional, diantaranya terdapat 3 (tiga) WK Migas yang teridentifikasi adanya petunjuk (lead) sumberdaya migas potensial untuk skenario P(50) baik minyak maupun gas. WK Migas tersebut antara lain WK Teluk Bone Utara, WK Misool Timur, dan WK Atsy.

Pada WK Teluk Bone Utara telah diidentifikasi 11 lead pada umur Miosen Tengah dengan total sumberdaya potensial P(50) untuk skenario minyak sebesar 239,79 Million Barels of Oil (MMBO) dan untuk skenario gas sebesar 1157,27 Billion Standard Cubic Feet (BSCF). WK Misool Timur diidentifikasi memiliki 5 lead pada Sistem Petroleum Tersier dan Pre-Tersier dengan total sumberdaya potensial P(50) untuk skenario minyak sebesar 69,94 MMBO dan untuk skenario gas sebesar 258,79 BSCF. Sedangkan untuk WK Atsy teridentifikasi 3 lead pada Sistem Petroleum Sekuen Pre-Permian dengan total sumberdaya potensial P(50) untuk skenario minyak sebesar 750 MMBO dan untuk skenario gas sebesar 0,9 Trillion Cubic Feet (TCF).

 

2019-05-22-RWK_Migas_1_TA_15-18.png

 

2019-05-22-RWK_Migas_2_TA_15-18.png

 

2019-05-22-RWK_Migas_3_TA_15-18.png

 

2019-05-22-RWK_Migas_4_TA_15-18.png

 

2019-05-22-RWK_Migas_5_TA_15-18.png

 

2019-05-22-RWK_Migas_6_TA_15-18.png

 

2019-05-22-RWK_Migas_7_TA_15-18.png

 

2019-05-22-RWK_Migas_8_TA_15-18.png

 

2019-05-22-RWK_Migas_9_TA_15-18.png

 

2019-05-22-RWK_Migas_10_TA_15-18.png

 

2019-05-22-RWK_Migas_11_TA_15-18.png