Kegiatan Survei Bidang Sumber Daya Minyak Dan Gas Bumi Pusat Survei Geologi: Executive Summary

Penurunan produksi minyak saat ini yang terus diikuti oleh penurunan gas bumi, menjadi titik tolak bagi KESDM dalam meningkatkan eksplorasi di sektor hulu migas dengan pencarian cadangan-cadangan minyak baru di seluruh wilayah Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, strategi yang dilakukan oleh Badan Geologi KESDM adalah dengan meningkatkan kegiatan survei umum untuk ketersediaan informasi geologi, geofisika, dan potensi sumber daya minyak dan gas bumi bagi kepentingan umum, terutama untuk menambah daya tarik investasi.

Mengemban amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 tahun 2016, dan untuk mendukung strategi Badan Geologi di bidang eksplorasi migas, maka Bidang Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi Pusat Survei Geologi melakukan kegiatan survei umum migas konvensional dan non konvensional, integrasi data geologi dan geofisika (G n G), serta menyusun rekomendasi di 9 (sembilan) calon Wilayah Kerja Migas.

Kegiatan survei umum diprioritaskan di Kawasan Timur Indonesia, dimana pada tahun anggaran 2016 dilakukan di Cekungan Salawati dan Bintuni, Papua Barat (Gambar 1). Survei umum dapat dilakukan untuk menambah data dan informasi geologi dan geofisika pada usulan Wilayah Kerja Migas baru, menambah data dukung Wilayah Kerja Migas yang akan dilelangkan, dan sebagai insentif non fiskal kepada KKKS.

 

Gambar 1. Peta Kegiatan Survei Umum Migas

 

Rekomendasi 9 (sembilan) Wilayah Kerja Migas pada tahun anggaran 2016 dilakukan di wilayah–wilayah Tanjung Selor, Sebatik, sub cekungan Enrekang, Ampana, Balantak, Tomori, Morowali Selatan, Mamberamo, dan Akimeugah (Gambar 2). Pemilihan calon Wilayah Kerja Migas yang direkomendasikan didasarkan pada pertimbangan kelengkapan data-data geologi dan geofisika sebagai data dukung di setiap wilayah terpilih, potensi sistem perminyakan (petroleum system) yang berjalan, dan play concept baru yang teridentifikasi di dalam cekungan.

 

Gambar 2. Peta Kegiatan Rekomendasi Wilayah Kerja Migas

 

Di bidang sumber daya migas non konvensional, Bidang Sumber Daya Migas Pusat Survei Geologi melakukan kegiatan identifikasi dan kajian potensi shale gas serta pengujian pendekatan baru konsep geologi migas. Pada tahun anggaran 2016 Cekungan Akimeugah dipilih untuk kajian potensi shale gas. Sedangkan untuk pendekatan baru konsep geologi migas dilakukan penelitian geologi gunung api dan hubungannya dengan keterdapatan energi asal fosil di daerah Nunukan, Kalimantan Utara; serta potensi sistem petroleum Pra Tersier di daerah Singkawang-Kalimantan Barat (Gambar 1).

 

Baca (pdf): Executive Summary Bidang Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi Sesi-1 2016
Unduh (pdf): Executive Summary Bidang Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi Sesi-1 2016

 

Diunggah oleh: Gita Dwijayanti