Rencana Survei Kelompok Kerja Pemetaan Tahun Anggaran 2016

Kelompok Kerja Pemetaan di Pusat Survei Geologi, Badan Geologi akan melaksanakan kegiatan/pemetaan/survei di daerah Papua pada tahun 2016. Kelompok kerja terdiri dari 3 kegiatan utama yaitu pemetaan geologi, pemetaan/survei metalogeni dan pemetaan gaya berat.


1. PEMETAAN GEOLOGI

Pemetaan Geologi merupakan kegiatan yang telah dilakukan oleh Pusat Survei Geologi sejak institusi masih bernama jawatan pertambangan – geologi. Peta geologi merupakan hulu bagi seluruh kegiatan yang berhubungan dengan pencarian/penemuan sumber daya mineral, energi (konvensional & non konvensional), tataruang wilayah, mitigasi kebencanaan geologi, sumber daya air dan infrastruktur. Dalam rangka percepatan publikasi perlu dilakukan pemutahiran isi dan tataletak (layout) peta. Pemetaan geologi akan dilakukan di wilayah Jayapura (Papua).
Kegiatan dimaksudkan untuk pemutahiran (updating) peta geologi inderaan jauh dengan cara inventarisi data sekunder (deskwork), penambahan data primer (Ground checking) dan finalisasi peta. Melalui kegiatan ini diharapkan akan dihasilkan peta geologi (open file) skala 1 : 50.000 yang siap terbit.


2. PEMETAAN/SURVEI METALOGENI

Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari sekitar 17.508 pulau dengan luas lebih dari 7 juta km2, terletak pada busur gunungapi. Busur gunungapi tersebut merupakan daerah mineralisasi utama yang mana 80% dari busur sepanjang 9.000 km diketahui mempunyai kandungan mineral. Mineralisasi umumnya terdapat pada busur kepulauan maupun kontinen dalam suatu pola lajur metalogeni yang terkait dengan kondisi geologi, tektonik dan struktur geologi. Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya mineral memerlukan dukungan data dan informasi yang lengkap dan akurat. Untuk mengetahui sebaran mineral logam secara lebih rinci maka perlu dilakukan survei dan penelitian metalogeni seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Kegiatan pemetaan/survei lajaur metalogeni pada tahun 2016 akan dilasanakan di daerah Pegunungan Arfak-Danau Anggi, Papua Barat.

Kegiatan dilaksanakan dengan survei lapangan dan analisis contoh batuan di laboratorium. Survei lapangan dengan melakukan pemetaan dan lintasan, analisis laboratorium antara lain: petrografi (mikroskop optik), petrografi bijih, XRF, ICP-MS, ASD, XRD, AAS, Fision Track, inklusi fluida dan Isotop.


3. PEMETAAN GAYABERAT

Pemetaan gayaberat merupakan pemetaan sistematik dalam skala 1: 50.000. Tahapan pemetaan gayaberat terbagi dalam dua tahap pekerjaan, yaitu pekerjaan lapangan dan pekerjaan studio/kantor. Pekerjaan lapangan meliputi pengukuran gayaberat dan pengukuran topografi berupa pengukuran posisi dan elevasi titik ukur. Sedangkan pekerjaan kantor berupa penyiapan peta dasar topografi dan peta geologi, pengadaan titik acuan topografi, pengadaan titik acuan gayaberat, perencanaan jalur pengukuran di atas peta dasar, kalibrasi peralatan ukur, pengolahan data lapangan, penggambaran peta, dan penyusunan laporan.

Maksud dari kegiatan ini adalah melakukan pengukuran gayaberat dan pengukuran topografi dengan spasi pengukuran 0,5-1 km, dan sebaran titik ukur merata di seluruh daerah pemetaan.

Tujuannya adalah menentukan pola anomali Bouguer daerah pemetaan untuk kemudian diterbitkan menjadi peta anomali Bouguer (open file) skala 1:50.000. Pemetaan gayaberat skala 1:50.000 akan dilaksanakan di daerah Sorong dan sekitarnya, Papua Barat.


Gambar 1. Lokasi kegiatan Kelompok Kerja Pemetaan (A : pemetaan geologi,
B : pemetaan / survei metalogeni, C : pemetaan gayaberat) tahun 2016



Editor: Akbar Cita
Diunggah oleh: Gita Dwijayanti