Semburan Lumpur di Kutisari Kemungkinan Dipicu Hilangnya Penutup Sumur

*.*.jpg

 

JawaPos.com – Ada kesimpulan baru terkait munculnya semburan lumpur yang mengandung minyak di Kutisari. Hasil itu terungkap saat tim dari Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) meninjau lokasi semburan kemarin (29/9). Luapan minyak tersebut muncul tepat di lubang bekas pengeboran minyak.

Badan geologi akan melakukan analisis dengan menggunakan georadar untuk memastikannya. Kesimpulan sementara diambil karena melihat kondisi semburan. Yaitu, di satu titik dan tidak menyebar ke lokasi lain. Jika munculnya luapan karena retakan lapisan tanah, semburan sangat mungkin menyebar.

Kasubbid Migas Nonkonvensional Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM Indra Nurdiana mengatakan, sejak awal tidak ada perubahan titik semburan. Karena itu, lokasinya ditengarai tepat di lubang bekas pengeboran. ’’Nah, untuk memastikannya, kami perlu menyelidikinya lagi,’’ katanya.

Pada Selasa (1/10), tim itu berencana mampir ke lokasi semburan untuk melakukan pemantauan dengan menggunakan georadar dan geolistrik. Dengan begitu, struktur dasar permukaan akan diketahui sehingga bisa dilakukan langkah mitigasi yang pas.

Nanti bisa diketahui apakah luapan itu hanya satu titik atau mengikuti rekahan alami. ’’Biasanya, kalau rekahan alami, ada banyak titik yang muncul,’’ jelasnya.

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Jatim Handoko Teguh Wibowo menambahkan, kemungkinan munculnya semburan disebabkan hilangnya selubung penutup sumur (casing). ’’Sehingga yang tersisa hanya sampai tengah ke bawah,’’ ucapnya.

 

Selengkapnya...