Pemodelan Bawah Permukaan Berdasarkan Updating Data Geofisika Terintegrasi pada Cekungan Banyumas, Jawa Tengah

Presenter : Hidayat, S.Si.

Tema ini merupakan penelitian terintegrasi Geologi dan Geofisika terhadap Cekungan Banyumas yang dilakukan Pusat Survei Geologi (PSG) pada tahun 2018. Penelitian cekungan ini sebenarnya sudah banyak dilakukan sebelumnya, baik oleh instansi pemerintah, akademisi, maupun stake holder.  Namun hasil penelitian masih belum dapat menyimpulkan secara pasti bagaimana sistem petroleum cekungan ini. Sehingga PSG melakukan studi ekplorasi migas terintegrasi geologi dan geofisika di Cekungan Banyumas.

 

*.*.jpg

 


Pada sesi pertama disampaikan hasil penelitian geologi yaitu analisa stratigrafi dan evaluasi source rock oleh Dr. Ruly Setiawan.  Selanjutnya pada sesi kedua disampaikan penelitian geofisika terintegrasi meliputi metode gaya berat untuk, dan magnetotelurik (MT). Metode gaya berat betujuan untuk mengetahui bentuk cekungan. Kemudian MT bertujuan  untuk mengetahui lapisan lapisan batuan yang ada di bawah permukaan Selain itu dilakukan pula akuisisi Passive Seismic Tomography (PST) untuk mengkonfirmasi data gaya berat dan MT. Akuisisi tersebut dilakukan dengan menggunakan kerapatan survei lebih baik dari survei sebelumnya.
Untuk mengetahui bagaimana studi yang dilakukan di Cekungan Banyumas, maka pada Geoseminar Pusat Survei Geologi tanggal 19 Juli 2019 disampaikan seminar mengenai “Pemodelan Bawah Permukaan Berdasarkan Updating Data Geofisika Terintegrasi” dengan pembicara Hidayat, S.Si. Beliau adalah Penyelidik Bumi dengan bidang Geofisika di Pusat Survei Geologi.
Menurut Hidayat, ketersediaan data geofisika untuk eksplorasi migas di Cekungan Banyumas masih minim dijumpai. Dimana data yang ada mayoritas berupa regional yang kurang detail untuk dijadikan studi eksplorasi migas.
Merunut dari hasil studi tim geologi bahwa kemungkinan cebakan hidrokarbon terdapat pada lapisan berumur tua, yaitu Eosen, yang kemungkinan berada dibawah Formasi Gabon. Dengan hasil tersebut maka dilakukan pemodelan dari data akuisisi gaya berat dan MT.
Hasil dari pemodelan gaya berat Bouguer didapatkan cekungan kemungkinan mempunyai kedalaman 2200 hingga 7800 m. Kemudian dilakukan pengolahan anomali sisa gaya berat, menurut Hidayat terlihat adanya struktur antiklin Cipari berarah NW-SE yang berpotensi sebagai cebakan hidrokarbon.

 

*.*.jpg

 


Selanjutnya pengolahan data MT juga terlihat anomali yang terletak di sekitar kedalaman 2200 hingga 7800m juga. Adanya anomali ini kemungkinan menunjukan suatu fluida dengan resistivitas tinggi dibawah permukaan, yang kemungkinan cebakan hidrokarbon. Hal ini mengkonfirmasi hasil pemodelan anomali gaya berat yang  menunjukkan kedalaman anomali  yang sama.
Dengan hasil tersebut maka dapat disimpulkan studi geofisika terintegrasi dapat membantu mengetahui kondisi bawah permukaan dengan lebih akurat. Sehingga lokasi cebakan hidrokarbon awal di Cekungan Banyumas yang masih terra incognita mulai dapat diketahui.

 

Unduh Bahan Presentasi [8,9 MB]