Cebakan Emas Tipe Orogenik : Genesa, Karakteristik, dan Eksplorasinya

Presenter: Dr. rer. nat. Ernowo, S.T., M.T.,

Eksplorasi emas di Indonesia sejak masa penjajahan Belanda hingga sekarang didominasi pada tipe endapan yang terkait aktifitas vulkanisme, seperti porifiri, epithermal, skarn, dan lain sebagainya. Hal ini wajar diasumsikan karena Indonesia merupakan negara yang terletak di lingkungan busur kepulauan (island arc) sehingga mempunyai banyak aktifitas vulkanisme. Tipe endapan porfiri terbukti menghasillkan cadangan yang besar di Indonesia, seperti di Ertzberg dan Grasberg Papua, Gosowong di Ternate, Batu Hijau di NTB.
Selain tipe endapan porfiri, secara global terdapat tipe endapan lain yang menjadi primadona untuk mencari cebakan emas yaitu tipe orogenik. Bahkan tipe ini diketahui merupakan penghasil emas terbesar di dunia.

 

*.*.jpg

Gambar 1. Suasana saat presenter sedang memamparkan materinya.


Untuk membahas tentang apa tipe endapan orogeni dan bagaimana keterdapatannya di Indonesia, maka pada Geoseminar Pusat Survei Geologi tanggal 5 Juli 2019, dilakukan pembahasan tentang hal tersebut. Adapun pemberi seminar adalah Dr. rer. nat. Ernowo, S.T., M.T., ahli mineralogi dari Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi, Badan Geologi, Kementerian ESDM.


Menurut keterangan beliau, tipe endapan orogeni ini menduduki peringkat pertama penghasil emas di dunia, yaitu sebesar 32%, dan diikuti oleh tipe porfiri pada urutan kedua. Perbedaan tipe endapan orogeni dengan porfiri yaitu tipe ini tidak berkaitan dengan aktifitas vulkanisme, melainkan berasosiasi dengan tektonik batas lempeng konvergen (saling bertemu) dengan batuan pembawa yaitu metamorf. Penciri zona ini di dominasi terdapat pada zona akresi, kemudian beberapa ditemukan pada zona kolisi. Tipe endapan orogen ini yang banyak terdapat di Indonesia bagian Timur seperti Sulawesi, Banggai, Seram, Banda Arc, Timor, Pulau Buru, Halmahera, dan sekitar Zona Tengah Papua. Menurut beliau, daerah Sulawesi mempunyai total sumberdaya dan cadangan dari tipe orogeni masing masing 66.25 dan 32.03 ton.


Metode eksplorasi tipe endapan orogeni dapat menggunakan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk menentukan regional geologi mana yang prospek, lalu dilakukan survei detail meliputi survei geologi, geofisika, dan geokimia.
Dengan adanya potensi eksplorasi tipe endapan baru ini diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan eksplorasi emas di Indonesia, dan menambah ketahanan devisa negara.