Keekonomian Intrusi Granit di Sumatra : Host Rock, Mineralisasi, Pelapukan, dan Tailing Tambang Terkait

Presenter: Ronaldo Irzon, S.T., M.T.

Granit di Pulau Sumatra hingga saat ini terkenal sebagai penghasil utama tambang timah di Indonesia. Selain itu, pemanfaatan ekonomi batuan granit di Sumatera banyak digunakan sebagai bahan bangunan maupun perabot. Endapan pasir, yang juga berasal dari lapukan granit ini, seringkali bebas diperjualbelikan ke negara lain hingga digunakan untuk reklamasi daratan di Singapura.

*.*.jpg

Gambar 1. Suasana pada saat presenter sedang memaparkan materi

Namun menurut Ronaldo Irzon, S.T., M.T., salah satu ahli mineralogi di Pusat Survei Geologi, granit di Sumatera baik dari batuan, lapukan, hingga limbah sisa tambang timah sebenarnya masih menyimpan nilai keekonomian yang tinggi jika diolah lebih lanjut. Sehingga pemanfaatan produk batuan granit sebaiknya tidak hanya diekspor sebagai bahan mentah.

Untuk membahas bagaimana potensi keekonomian batuan granit di Pulau Sumatera, maka Ronaldo menyampaikan di Geoseminar Pusat Survei Geologi Hari Jumat, tanggal 5 Juli 2019 di Auditorium Museum Geologi.

PT. Timah yang merupakan penghasil timah terbesar di dunia ini merupakan perusahaan yang mewarisi kegiatan pertambangan berumur lebih dari 200 tahun di area Sumatera khususnya Kep. Bangka Belitung. Atau bisa dikatakan produksi timah di area ini masih produktif walaupun sudah berlangsung sejak penjajahan Belanda. Hal ini menunjukkan betapa besar potensi kekayaan dari granit Sumatera yang berlangsung sangat lama.

Hasil dari kegiatan pertambangan timah ini banyak meninggalkan tailing atau sisa pengolahan bijih logam yang berbahaya untuk lingkungan. Sehingga cenderung ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya. Padahal menurut Ronaldo, tailing ini masih menyimpan konsentrasi Rare Earth Element (Unsur Tanah Jarang) yang cukup tinggi sehingga dapat dieksploitasi kembali sebagai sumber REE. REE merupakan kumpulan 17 unsur kimia yang terdiri atas 15 unsur lantanida serta scandium dan yttrium. Unsur ini walaupun digunakan sedikit, namun merupakan logam strategis untuk berbagai industri seperti elektronik, pertahanan, kesehatan, dan sebagainya. Adapun metode pemisahan REE dari tailing cukup dengan metode sederhana, yaitu melalui penyiraman endapan dengan air dan disaring dengan ukuran mesh tertentu.

Produk lain dari batuan granit yaitu lapukannya yang kemudian menjadi endapan pasir. Melimpahnya endapan pasir di Sumatera kemudian banyak diminati sejumlah pihak untuk reklamasi ataupun bahan baku industri kaca. Padahal endapan pasir dari batuan granit terkenal mempunyai potensi mineral ekonomis seperti mineral radioaktif dan REE yang cukup strategis untuk negara.

Hasil lapukan batuan granit juga mempunyai potensi ekonomi sebagai penghasil bauksit yang merupakan bahan baku aluminium. Di dalam bauksit juga terkandung didalamnya mineral REE. Sehingga hasil samping dari industri aluminium yaitu mineral REE.

Dengan mengetahui nilai tambah dari granit di Sumatera, diharapkan pemerintah dapat melakukan kebijakan untuk meningkatkan nilai ekonomi produk dari batuan granit, dan juga memperketat pengawasan ekspor bahan mentah sehingga tidak ada lagi unsur ekonomis yang terbuang.

Unduh Bahan Presentasi [5,5 MB]