GEOSEMINAR: ARGON-ARGON AND COSMOGENIC DATING: POTENTIAL APPLICATIONS FOR INDONESIAN GEOSCIENCES

Presenter : Prof. Michael Storey

Penulis : Siti Muti’ah, S.T

 

Pada tanggal 18 Januari 2019 ini, Geoseminar Pusat Survei Geologi, kembali diselenggarakan di Auditorium Museum Geologi. Adapun pakar yang PSG datangkan salah satunya dari Natural History Museum of Denmark. Beliau adalah Prof. Michael Storey yang merupakan pakar dibidang geokronologi

Tema seminar kali ini adalah seputar geokronologi melalui pentarikhan unsur tertentu. Adapun judul yang beliau bawakan yaitu 40Ar-39Ar And Cosmogenic (3He, 21Ne) Dating: Some Possible Applications For Indonesian Geosciences”. Secara garis besar presentasi ini mengenai kemungkinan penggunaan unsur 40Ar-39Ar dan unsur 3He, 21Ne untuk menentukan berbagai macam kejadian di muka bumi. Kejadian itu seperti bencana alam (ex: Letusan Super Gunung Toba), asal muasal manusia dan migrasi nya (ex: manusia Flores), perubahan muka bumi akibat tektonik, evolusi cekungan, dan perubahan iklim purba.

 

 

Gambar 1. Berbagai aplikasi penggunaan unsur argon yang secara alami terdapat di alam

 

Secara konsep, metode pentarikhan berdasarkan radioisotop dan kosmogenik (40Ar/39Ar; cosmogenic 3He, 21Ne) mempunyai berbagai macam kegunaan dalam ilmu kebumian, terutama tentang kejadian di muka bumi tersebut. Hal ini dikarenakan unsur tersebut dapat terekam di batuan diakibatkan berbagai aktivitas yang terjadi di muka bumi, misalnya oleh letusan, hingga radiasi kosmis yang berkaitan dengan siklus yang terjadi di antariksa.

 

Unduh Bahan Presentasi [12,4 MB]