Geoseminar: Analisis Cekungan Sahul, Kabupaten Asmat Berdasarkan Data Gayaberat Dan PST

Peningkatan eksplorasi minyak dan gas bumi merupakan salah satu prioritas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam mewujudkan kemandirian energi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan data geologi yang diintegrasikan dengan data-data geofisika. Pada Geoseminar Pusat Survei Geologi, 7 Juli 2017 juga dibahas mengenai kondisi cekungan Sahul di Kabupaten Asmat berdasarkan data gayaberat dan Passive Seismic Tomography (PST) untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaannya yang dikaitkan dengan potensi sumberdaya migas. Topik ini yang disampaikan oleh Drs. Tatang Padmawidjaja, M.T., salah satu peneliti utama Pusat Survei Geologi, Badan Geologi.


Pemaparan Materi oleh Drs. Tatang Padmawidjaja, M.T. dan Suasana Tanya Jawab (Foto oleh: Donny Hermana)


Kondisi geologi Cekungan Sahul cukup menarik dan rumit, dimana cekungan tersebut terbentuk akibat proses tumbukan lempeng Australia dengan lempeng Pasifik yang berlangsung sejak Miosen Awal atau 11.36 juta tahun yang lalu hingga sekarang. Penggunan data bawah permukaan metode geofisika ini menjadi sangat penting dikarenakan pada bagian permukaannya ditutupi oleh endapan lumpur sehingga sangat sulit dijumpai ragam batuan yang lainnya. Dari proses dinamika geologi tersebut membentuk pola struktur geologi berarah barat daya – timur laut yang yang selanjutnya berkembang membentuk cekungan–cekungan yang memiliki potensi hidrokarbon dalam jumlah yang seperti Cekungan Bintuni, Cekungan Sahul, dan Cekungan Akimeugah.

Berdasarkan penelaahan data gayaberat pada cekungan ini, menunjukkan adanya anomali gayaberat yang menggambarkan kondisi bawah permukaan bumi sebagai struktur graben/amblasan yang memanjang dengan arah utara – selatan. Kondisi tersebut juga didukung dan ditunjukkan oleh penampang PST. Selain itu juga dilakukan identifikasi data geokimia berasal dari rembesan mikro minyak bumi di permukaan untuk mengetahui keberadaan, distribusi, dan komposisi kandungan hidrokarbon sehingga dapat sebagai acuan dalam pembuatan pemodelan geokimia guna mengetahui komposisi dan kemungkinan pola sebaran di bawah permukaan. Sehinggan berdasarkan analisa diatas daerah prospek pada cekungan ini cenderung menemapati bagian barat dengan indikasi adanya struktur geologi berupa sesar naik.

Diharapkan integrasi data geologi dan geofisika ini memberikan informasi yang lebih baik untuk peningkatan keberhasilan eksplorasi minyak dan gas bumi.

 

Baca (pdf): Materi Geoseminar Analisis Cekungan Sahul, Kabupaten Asmat Berdasarkan Data Gayaberat Dan PST oleh Drs. Tatang Padmawidjaja, M.T.

 

Editor: R. Isnu H. Sulistyawan
Diunggah oleh: Gita Dwijayanti