Geoseminar: Remote Sensing Geological Interpretation



Pusat Survei Geologi telah menyelenggarakan Geoseminar dengan judul Remote Sensing Geological Interpretation pada tanggal 16 Juni 2017 dengan pembicara Fitriani Agustin, ST., M.Sc. Dalam seminar ini disampaikan bahwa Remote Sensing Geological Interpretation (interpretasi geologi inderaan jauh) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk membantu kegiatan pemetaan geologi. Metode ini banyak dimanfaatkan untuk mempercepat pemahaman kondisi geologi di suatu wilayah berdasarkan interpretasi citra satelit. Pantulan radiasi sinar matahari pada obyek-obyek geologi di permukan bumi dimanfaatkan untuk membedakan karakteristik geologi dalam suatu wilayah dan mendelineasi wilayah penyebarannya.

Akuisisi data inderaan jauh memerlukan wahana seperti antara lain satelit, airborne, foto udara, dan groundborne. Dua jenis radiasi yang ditangkap oleh wahana-wahana ini adalah radiasi elektrik dan magnetic, dimana semakin panjang interval radiasi, maka energi yang dipantulkan akan semakin rendah dan begitu pula sebaliknya.

Data yang diperoleh dari inderaan jauh, pertama adalah passive remote sensing yang memuat informasi spektral dan tergantung pada radiasi sinar matahari, menghasilkan data berupa landsat, ASTER, dan lain-lain. Kedua adalah active remote sensing yang bergantung kepada matahari.

Pengetahuan dasar mengenai jenis batuan, struktur geologi, dan morfologi sangat diperlukan dalam interpretasi inderaan jauh. Tahapan interpretasi inderaan jauh meliputi interpretasi citra landsat, interpretasi surface model IFSAR dan interpretasi dari peta geologi terdahulu. Semua ini termasuk dalam interpretasi geodatabase hingga layouting hingga menghasikan sebuah Peta Geologi Inderaan Jauh.

 

Baca (pdf): Materi Geoseminar Remote Sensing Geological Interpretation oleh Fitriani Agustin, ST, M.Sc.

 

Editor: R. Isnu H. Sulistyawan
Diunggah oleh: Gita Dwijayanti