Geoseminar: Engineering Characterization of Clay Shale and It’s Role in Construction Work


Suasana Geoseminar: Engineering Characterization of Clay Shale and It’s Role in Construction Work (Foto oleh: Donny Hermana)


Kegiatan geoseminar kali ini mengusung tema mengenai ilmu kebumian di bidang geologi teknik dengan pembicara adalah ahli geologi teknik, Dr. Eng. Imam Achmad Sadisun, ST, MT, yang merupakan dosen pangajar Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung, Wakil Dekan Bidang Akademik, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, dan Ketua Tim Formatur, Masyarakat Geologi Teknik Indonesia (MGTI) IAGI.

Presentasi diawali dengan pemaparan mengenai banyaknya pekerjaan konstruksi bangunan dan infrastruktur yang tidak didukung pertimbangan kondisi geologi yang memadai maupun rekayasa geoteknik yang kurang tepat. Dimulai dengan fenomena permasalahan rencana pembangunan Stadion Hambalang yang dibangun di atas litologi batulempung Formasi Jatiluhur dengan rancangan bangunan yang megah dan bagus namun pada akhirnya terhenti akibat kurang memperhatikan aspek geologi. Contoh kasus yang lain adalah fenomena geologi yang terjadi pada konstruksi Tol Cipularang (Jembatan Cisomang) yang beberapa waktu terakhir juga mengalami permasalahan konstruksi, serta permasalahan Tol Semarang-Solo yang sebagian ruasnya terletak pada zona paleolandslide.

Berdasarkan penelitian geologi, fenomena tersebut sangat dipengaruhi oleh karakteristik batuan/endapan berupa batulempung (clay shale) yang dapat berpengaruh terhadap konstruksi bangunan dan infrastruktur seperti contoh-contoh yang dijelaskan di atas. Sehingga dalam konteks inilah pembicara mengusulkan bahwa permasalahan karakteristik batulempung ini merupakan sebuah isu nasional yang juga dijumpai pada permasalahan pembangunan infrastruktur di Aceh hingga Papua. Untuk itu problematika batulempung ini harus diketahui dan diteliti terlebih dahulu oleh ahli geologi sehingga dapat mengantisipasi kerugian yang akan terjadi di masa mendatang.

Pembicara memaparkan pengalaman penelitiannya mengenai karakteristik batulempung dengan membandingkan beberapa conto batulempung dan sifat fisiknya dari batuan di Indonesia seperti batulempung Formasi Subang hingga Formasi Muara Enim dan batulempung dari Ikeshima Jepang. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa karakteristik batulempung sangat dipengaruhi oleh jenis mineralnya dan juga proses eksternal gaya tekanan pada proses pembentukan struktur geologi serta dipengaruhi oleh lamanya waktu. Selain dari ketiga faktor tersebut, juga perlu dilakukan analisis sifat fisik batuan untuk mengetahui kuat tekan batuan/daya tahan batuan terhadap suatu gaya yang bekerja sehingga dapat diketahui batasan nilai batu tersebut menjadi hancur. Sehingga dari data hasil analisis (geological investigating) tersebut akan diketahui karakteristik batulempung sehingga dapat dilakukan efisiensi biaya dan antisipasi kerusakan untuk jangka panjang.



Selanjutnya dalam sesi diskusi juga dibahas mengenai pengaruh dari endapan vulkanik yang umumnya diendapkan di atas batulempung serta peran penting seorang ahli geologi khususnya ahli geologi teknik dalam tahap awal perencanaan. Disampaikan beberapa jawaban dimana untuk menjawab hal tersebut adalah dibutuhkan kecermatan seorang ahli geologi dalam melakukan deskripsi baik secara umum maupun detail mengetahui karakteristik batuan khususnya batulempung dan batas dengan endapan vulkanik di atasnya sehingga kegiatan investigasi geologi dapat secara menyeluruh. Untuk fenomena saat ini, ahli geologi juga dituntut untuk memahami bagaimana kebutuhan yang berkaitan dengan design konstruksi dan mengkomunikasikan dengan keahlian lain. Diharapkan ahli geologi yang tidak sekedar memberikan pandangan geologinya tetapi juga dapat memberikan masukan atau solusi yang efektif. Di masa mendatang MGTI-IAGI direncanakan memberikan wadah untuk mendata konsultan/ahli geologi teknik yang berperan saat ini hingga memberikan sertifikasi agar peran konsultan/ahli tersebut dapat bekerja secara profesional dan kompeten sehingga nantinya dapat memberikan solusi, memperkecil biaya dan resiko dari faktor geologi yang ada terhadap pekerjaan pembangunan konstruksi.

Baca (pdf): Materi Geoseminar Dr. Eng. Imam A. Sadisun, ST, MT., 12 Mei 2017

Unduh (pdf): Materi Geoseminar Dr. Eng. Imam A. Sadisun, ST, MT., 12 Mei 2017

 

Editor: R. Isnu H. Sulistyawan
Diunggah oleh: Gita Dwijayanti