Geoseminar: Mengingat Kembali Aspek Petrologi Untuk Penentuan Lingkungan Pengendapan Batugamping

Geoseminar Pusat Survei Geologi yang diselenggarakan pada hari Jum’at 28 April 2017 mengambil tema “Aspek Petrologi untuk Penentuan Lingkungan Pengendapan Batugamping”. Tema ini disajikan oleh Ir. Sigit Maryanto, M.Si yang merupakan salah satu peneliti utama Pusat Survei Geologi yang memiliki keahlian di bidang petrologi batugamping. Pada kesempatan ini juga disampaikan beberapa contoh dari beberapa jenis batugamping dari beberapa wilayah di Indonesia yang pada umumnya telah diteliti oleh Ir. Sigit Maryanto, M.Si selama bekerja di Pusat Survei Geologi.

Secara umum paparan yang disampaikan meliputi pengertian dasar sebagai pendahuluan, dilanjutkan dengan pengertian komponen dan aspek fisika batugamping meliputi tekstur, struktur, dan komposisi batugamping, serta implikasinya untuk penentuan lingkungan pengendapan dan mikrofasies batugamping berdasarkan model-model lingkungan pengendapan yang memang sesuai dengan kondisi pembentukan batugamping di wilayah Indonesia. Selain paparan dasar tersebut, juga ditampilkan mengenai beberapa karakteristik batuan, baik secara megaskopis dan pengamatan batugamping secara mikroskopis, pada beberapa conto batugamping yang berada di Indonesia seperti batugamping Formasi Jayapura di Papua hingga batugamping Formasi Wonosari di Yogyakarta dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.



Beberapa peserta juga memberikan pertanyaan-pertanyaan pada sesi diskusi. Salah satunya adalah diskusi mengenai proses-proses yang umum terjadi pada batugamping di Indonesia baik saat pembentukan batuan dan setelah pengendapan batuan tersebut. Selanjutnya juga dibahas bagaimana karakteristik pembentukan batugamping saat ini di wilayah Indonesia terkait dengan posisi geografis dan kondisi (iklim tropis) yang memungkinkan batugamping tersebut dapat terbentuk dengan contoh pada daerah paparan utara Pulau Jawa dan selatan Pulau Jawa.

Pada bagian akhir sesi juga menjadi semakin menarik ketika diskusi mengenai hubungannya pembentukan batugamping dengan kondisi perubahan muka air laut (sea level change) masa lampau di Indonesia dan penentuan umurnya. Selain itu juga disampaikan pertanyaan mengenai sudut pandang pembicara ketika ditanya mengenai sudut pandang pemanfaatan batugamping untuk eksploitasi atau konservasi. Dalam konteks ini, pembicara memberikan sudut pandangnya bahwa dalam konteks ilmu kebumian, penelitian atau penyelidikan harus dilakukan secara menyeluruh dan mendapatkan data yang komprehensif, sehingga dari fakta ilmiah yang ada maka akan dapat memberikan saran dan masukan mengenai pemanfaatan batugamping tersebut untuk para pengambil keputusan sehingga dapat memberikan manfaat yang terbaik.

Materi yang disampaikan dapat dibaca pada link berikut: Materi Geoseminar Ir. Sigit Maryanto, M.Si, 28 April 2017

 

Editor: R. Isnu H. Sulistyawan
Diunggah oleh: Gita Dwijayanti