Geoseminar 27 Mei 2016: Apa Dan Mengapa Peta Geologi Desa Skala 1:5000 Di Buat?

Kegiatan Geoseminar pada tanggal 27 Mei 2015 mengambil judul “Apa dan Mengapa Peta Geologi Desa Skala 1:5000 di buat?”. Pemaparan disampaikan oleh Prihardjo Sanyoto dari Georesearch Indonesia, Yogyakarta.

Pemetaan geologi skala 1:5000 dilakukan oleh gabungan siswa-siswi SMK Geologi dan mahasiswa-mahasiswi geologi dari beberapa Universitas di Indonesia di Desa Klosodoyong, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Georesearch Indonesia menyediakan dua geocamp yaitu, geocamp satu dengan output siswa dapat membaca peta geologi dan geocamp dua siswa mampu melakukan eksplorasi.

 

Peserta Geoseminar di Auditorium Museum Geologi (Foto oleh: Cipto Handoko)

Pemaparan Materi oleh Prihardjo Sanyoto (Foto oleh: Cipto Handoko)


Pemahaman geologi diperoleh melalui kegiatan pemetaan lapangan dan kunjungan-kunjungan ke museum-museum kegeologian, misal di museum geologi Bandung, museum karst di Wonogiri, dan lain-lain. Semua kegiatan ini didukung oleh perusahaan-perusahaan minyak dan tambang di Indonesia. Pembuatan peta geologi desa skala 1:5000 ini memanfaatkan data pemetaan dan sampel hasil pemetaan yang banyak.

Pemetaan didahului oleh survei pendahuluan, pengajuan proposal kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mempelajari dan menganalisa kontur, pola aliran, unit batuan yang akan ditemukan di daerah pemetaan dan Pemetaan di lapangan. Hasil peta geologi skala 1:5000 ini kemudian diberikan kepada desa tersebut. Kumpulan peta geologi desa ini dapat dikembangkan menjadi peta geologi kabupaten dan peta geologi provinsi dari kumpulan beberapa kabupaten.

 


SARI

Pendampingan belajar dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan lapangan para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan mahasiswa Geologi secara cuma-cuma (gratis) oleh Georesearch Indonesia, membuahkan berbagai inovasi kegiatan.

Kondisi pendidikan bidang Ilmu Kebumian pada tingkatan siswa dan mahasiswa dewasa ini mengalami berbagai kendala, baik teknis maupun non-teknis, sehingga peserta didik kurang dapat menguasai pengetahuan dan keterampilannya di lapangan.

Georesearch Indonesia sebagai komunitas geologi yang manaruh perhatian dalam bidang riset dan pendidikan merasa terpanggil untuk ikut membantu memecahkan permasalahan tersebut.

Untuk menjadikan seorang ahli kebumian yang handal, diperlukan tidak saja pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus terbentuk etika, moral dan etos kerja yang optimal. Pemahaman tersebut di atas menjadi ciri pendampingan Georesearch Indonesia untuk para peserta didiknya. Sistim pembelajaran berbagai ilmu dasar geologi yang diberikan secara khusus, memungkinkan peserta didik dapat dengan mudah dan cepat menguasai pengetahuan dan keterampilannya di lapangan. Dalam membiasakan kemampuan selanjutnya di lapangan, peserta didik diwajibkan melakukan kegiatan perekaman data di lapangan secara berkesinambungan. Data yang ada, yang kemudian disusun menjadi suatu informasi ini dirangkum dalam bentuk Peta Geologi skala 1:5000, yang kemudian menjadi apa yang kita sebut : “Peta Geologi Desa, Sekala 1:5000”.

Peta Geologi Desa adalah Peta Geologi dengan batasan administratif sebuah desa, dibuat berdasarkan data primer dan sekunder, yang menggambarkan kondisi geologi desa tersebut, seperti jenis batuan, penyebaran, hubungan antar batuan, struktur, dan sebagainya dan dibuat dengan sekala 1:5000.

Letak geografi Indonesia yang berada diantara 3 Lempeng yang saling bertumbukan, menjadikan Indonesia mempunyai banyak tempat dengan panorama yang sangat indah serta kaya akan mineral dan hydrocarbon, walaupun di sisi lain juga terancaman oleh bencana geologi. Dengan kondisi tersebut, tentunya kita harus menyikapi secara bijaksana. Namun kenyataan yang ada, masih banyak bentrok antara masyarakat dan pengusaha, yang terpicu oleh perebutan lahan pertambangan dan juga issue lingkungan. Bencana geologi terjadi silih berganti, dan sering tidak tuntas teratasi, hal ini salah satunya adalah tidak atau belum tersedianya data berupa Peta Geologi rinci dengan sekala kecil. Dengan pemahaman yang masih awam tentang Peta Geologi oleh masyarakat umum yang sering terlibat konflik, maka dirasa perlu pembuatan Peta Geologi desa dengan inovasi-inovasi baru, yang memungkinkan masyarakat umum dapat dengan mudah membaca dan mengerti kondisi geologi desanya.

 

Editor: Akbar Cita
Diunggah oleh: Gita Dwijayanti