Geoseminar 20 Mei 2016: Recent Updates On The Structural Complexity Of The Western Sunda Margin

Pada Hari Jum’at, 20 Mei 2015, Pusat Survei Geolgi mengadakan Geoseminar di Auditorium Museum Geologi. Narasumber Geoseminar adalah M. Ma’ruf Mukti dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, dengan judul pemaparan “Recent Updates On The Structural Complexity of The Western Sunda Margin”.

 

Pemaparan Materi oleh M. Ma’ruf Mukti (Foto oleh: Cipto Handoko)

Peserta Geoseminar di Auditorium Museum Geologi (Foto oleh: Cipto Handoko)

 

Publikasi-publikasi mengenai interpretasi struktur untuk menjelaskan perkembangan deformasi di Western Sunda Margin mengalami peningkatan dengan adanya data baru geofisika berupa seismik refleksi, seismik refraksi dan magnetik. Struktur yang berkembang di Western Sunda Margin merupakan salah satu yang kompleks di Indonesia, memanjang dari Laut Andaman dan Pulau Nicobar hingga Selatan dari Selat Jawa.

Berdasarkan data yang digunakan pada tahun 1996 didapatkan single data channel untuk konfigurasi Andaman barat dan pada tahun 2006 didapatkan prisma akresi pada cekungan dan reflektor–reflektor yang mewakili Mentawai fault zone.

Peta struktur yang berkembang pada daerah ini menerus ke utara dan bertemu strike slip di Perairan Andaman dan menyatu dengan pemekaran di Andaman dan menerus dalam satu platform. Struktur yang berkembang di Andaman menerus hingga Sumatera sebagai sesar normal, geser dan antiklin.

Data saat ini memperlihatkan adanya shear zone, dimana bagian timur West Andaman merupakan terusan dari sesar yang apabila direkonstruksi akan didapatkan typical rifting. Untuk data yang berkembang sekarang kurang cocok apabila dinamakan continuous rifting karena terhenti pada Miosen lalu aktif kembali pada masa sekarang (recent).

 


ABSTRACT

Recent offshore geological marine cruises increased number of publications and reports. However, problem arises when one tries to choose which structural interpretation is best in explaining the deformation developed in the area. Based on recent published works, which mostly derived from interpretation of newly acquired subsurface geophysical data we described various structural styles developed in the major deformation zone, and discussed those observations in relation with the tectonic reconstructions. Recent works on both the northwestern and southeastern segments of the Sumatra Fault Zone proposed the development of pull apart basins, as indicated by an active stepover farther southeast. Major structures in the boundary between Sumatran accretionary wedge and forearc basin are observed as a continuous structures parallel to the trench. What have been suggested to be a single strike slip fault may have formed by fold-thrust belts. N-S structures are observed to have controlled the base of Neogene sequence in central Sumatra, to the north an active strike-slip fault is observed crosses the basin and may extend to Simeulue Island. Updates on the structural configuration of the Sumatra region add complexity of the deformation zone developed in such region.

 

Editor: Akbar Cita
Diunggah oleh: Gita Dwijayanti