New Concept for Hydrocarbon Exploration in Melawi Basin, West Kalimantan

Geoseminar Pusat Survei Geologi yang diadakan pada tanggal 6 Juli 2018 mengangkat tema New Concept for Hydrocarbon Exploration in Melawi Basin, West Kalimantan dengan Pembicara Dzul Fadli B., S.T., M.T dari Pusat Survei Geologi. Kegiatan Geoseminar dihadiri sebanyak 97 orang yang didominasi dari kalangan mahasiswa/i dan pelajar. Hadir pula peserta dari instansi Badan Geologi, PPSDM, dan Puslitbang.


2018-07-06_geoseminar Dzul Fadli

Gambar 1. Pemateri Geoseminar Dzul Fadli B., S.T., M.T.

 

Dalam kegiatan Geoseminar tersebut, pembicara memaparkan konsep tektonik baru dalam eksplorasi hidrokarbon pada cekungan Melawi, serta menggambarkan model jalur migrasi hidrokarbon dan rekomendasi area target untuk kegiatan eksplorasi pada masa yang akan datang. Penentuan tipe cekungan Melawi yang terletak di provinsi Kalimantan Barat masih menjadi perdebatan sampai hari ini. Pieters (1993) menyatakan cekungan ini adalah isolated basin. Indonesia Basin Summaries (2006) dan Badan Geologi (2013) menyatakan cekungan ini adalah intercontinental basin. BPMIGAS dan LAPI ITB (2008) meyakini cekungan ini adalah interior sag basin, dan Satyana (1996) menyatakan cekungan ini terbentuk akibat tektonik strike – slip.

Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan semakin ke utara dari Cekungan Melawi pengendapan sedimen semakin tebal, hal ini berhubungan langsung dengan pengendapan sedimen yang dikontrol oleh adanya sesar naik. Secara tektonik, semakin ke utara dari cekungan melawi ditemukan urutan batuan yang merupakan hasil subduction dan collision, berupa batuan gunungapi, Boyan dan Lubok Anto melange, dan semakin ke utara ditemukan cekungan Serawak yang merupakan foreland basin. Berdasarkan pengendapan sedimen yang semakin menebal ke arah cekungan, letak cekungan Melawi secara tektonik, dan plot Depth vs Ro pada sumur Kayan-1 yang menunjukkan adanya sesar naik, maka klasifikasi cekungan Melawi adalah retroarc foreland basin.

Potensi batuan induk ditemukan pada Kelompok Selangkai, Formasi Ingar, dan Formasi Silat. Potensi batuan reservoir dijumpai pada Formasi Haloq, Formasi Dangkan, dan Formasi Payak. Perangkap hidrokarbon yang berkembang adalah antiklin. Jalur migrasi hidrokarbon dikontrol oleh bentuk cekungan, yang dimulai dari foredeep ke arah sekitar forebulge pada bagian selatan Cekungan Melawi.

Pemaparan dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab oleh peserta geoseminar yang berlangsung sangat interaktif.

2018-07-06_geoseminar Dzul Fadli2

Gambar 2. Suasana Geoseminar di Auditorium Museum Geologi

 

Diunggah oleh : Humas PSG

Editor : Akbar Cita