PERMIAN TO TRIASSIC ACTIVE OR CONVERGENT MARGIN IN SOUTHEASTERN GONDWANALAND: GEOLOGY OF EASTERN INDONESIA, PAPUA NEW GUINEA, EASTERN AUSTRALIA

Pusat Survei Geologi mengadakan Geoseminar pada tanggal 29 Juni 2018 dengan judul Permian to Triassic Active or Convergent Margin in Southeastern Gondwanaland: Geology of Eastern Indonesia, Papua New Guinea, Eastern Australia dengan pembicara Ir. Amiruddin, M. Sc dari UNPAD. Kegiatan Geoseminar dihadiri sebanyak 143 peserta yang berasal dari instansi-instansi Badan Geologi, PPSDM, LIPI, mahasiswa dan pelajar.

2018-06-29_geoseminar_Amaruddin

Gambar 1. Narasumber Geoseminar, Ir. Amiruddin, MSc

Continental margin aktif yang terbentuk di Gondwanaland selama Permian hingga Trias dengan dicirikan adanya sabuk magmatik, gunung berapi dan cekungan busur belakang dari Papua bagian selatan dan Eastern Australia Basins, yang ditempati masing-masing oleh batuan berumur Permian-Trias. Zona tektonik ini adalah produk dari tekanan tektonik kompresif yang besar: konvergensi lempeng paleo-oseanik Pasifik bergerak ke barat dan menunjam dan bertabrakan ke dalam lempeng Gondwana bagian Tenggara yang juga bergerak ke arah timur. Fenomena ini mirip dengan pembentukan zona tektonik saat ini untuk Pulau Sumatra - Jawa yang menghasilkan cekungan busur belakang yaitu, Bagian Selatan, Tengah dan Utara Cekungan Sumatera termasuk sabuk magmatik Tersier. Selama periode tersebut, Banggai Sula, Papua, Papua Nugini dan Australia merupakan bagian dari Tenggara Gondwanaland.

Mengenai kemiripan kondisi geologi pada umur Permian-Trias dari busur magmatik dan cekungan busur belakang di Indonesia Timur dan Australia Timur termasuk paleoposition, paleotektonik, suksesi stratigrafi dan komposisi batuan, merupakan hal yang menarik untuk melakukan eksplorasi base metal termasuk eksplorasi timah (casiterite) di Indonesia misalnya. Daerah Kepala Burung Pulau Papua dan Pulau Banggai Sula dan juga eksplorasi hidrokarbon di selatan Cekungan Papua Timur Indonesia.

2018-06-29_geoseminar_Amaruddin2

Gambar 2. Pembicara membahas mengenai penelitian terhadap kemiripan kondisi geologi di Kawasan Indonesia Timur dengan bagian timur Benua Australia.

Pemaparan dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab oleh peserta geoseminar yang berlangsung sangat interaktif.

 

Diunggah oleh : Humas PSG

Editor : Akbar Cita