EVOLUSI KALDERA RINJANI: Temuan Baru Sejarah Kaldera Abad ke-21

Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengadakan Geoseminar pada tanggal 29 Juni 2018 dengan judul Evolusi Kaldera Rinjani: Temuan Baru Sejarah Kaldera Abad Ke-21 dengan pembicara Dr. Heryadi Rachmat, M.M dari Museum Geologi. Kegiatan Geoseminar dihadiri sebanyak 143 peserta yang berasal dari instansi-instansi Badan Geologi, PPSDM, LIPI, mahasiswa dan pelajar.

2018-07-05_geoseminar_Heryadi rachmat

Gambar 1. Pemateri Geoseminar Dr. Heryadi Rachmat, MM

Pembicara membahas mengenai penelitian terhadap Kaldera Rinjani. Hingga akhir abad ke-20, informasi sejarah pembentukan kaldera Rinjani belum diketahui. Penelitian-peneltian tentang Kompleks Gunungapi Rinjani sebelumnya hanya menjelaskan kegiatan, komposisi, dan proses magmatisnya. Publikasi mengenai umur dan komposisi produk letusan Rinjani dilakukan oleh Heryadi (2003), Asnawir (2004), dan Lavigne (2013). Penelitian ini menunjukkan bahwa Kaldera Rinjani terbentuk pada abad ke-13 berdasarkan pentarikhan radiocarbon 14C dan data sulfat erosol yang terendapkan pada lapisan es di kutub utara dan selatan. Hal ini mengungkapkan misteri letusan besar abad ke-13 bersumber dari Gunungapi Samalas tahun 1257.

Periode evolusi Kompleks Gunungapi Rinjani dapat dibagi ke dalam tiga periode, yaitu periode sebelum, saat, dan setelah pembentukan Kaldera Rinjani. Periode sebelum Kaldera Rinjani merupakan fase pembangunan kompleks Gunungapi Rinjani yang mencapai ketinggian 4200 mdpl. Pada fase ini, produk letusan yang dihasilkan menunjukkan komposisi mulai dari basalt hingga dasit. Periode vulkanisme saat pembentukan Kaldera ditandai dengan erupsi tipe plinian Gunung Samalas pada tahun 1257. Periode setelah pembentukan kaldera ditandai dengan tumbuhnya gunung Barujari di dalam Kaldera Rinjani. Barujari menunjukkan karakter letusan strombolian hingga vulkanian. Produk hasil letusannya didominasi oleh aliran lava porfiritik berkomposisi intermediet (basaltik-andesit), disertai proses mixing dan mingling.

Pemaparan dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab oleh peserta geoseminar yang berlangsung sangat interaktif.

2018-07-05_geoseminar_Heryadi rachmat2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Suasana Geoseminar di Auditorium Museum Geologi

Diunggah oleh : Humas PSG

Editor : Akbar CIta