Warisan Geologi sebagai Aset Diplomasi untuk Kedaulatan NKRI Potensi Warisan Geologi di Pulau Natuna

Kepuluan Natuna merupakan salah satu kepulauan terluar Indonesia yang secara geopolitk memiliki posisi strategis dan potensi sumber daya alam yang cukup besar. Ketika berbicara potensi sumber daya alam di kawasan ini tentunya orang akan langsung tertuju dengan sumber daya cadangan migas yang sangat besar, kita ketahui bersama bahwa di kawasan ini terdapat dua cekungan migas yang potensinya sangat menjajikan. Namun jika kita kaji lebih jauh bahwa selain sumber daya migas, Natuna juga memilki potensi warisan geologi yang cukup baik untuk dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarkat setempat.

Alif_Stone_Park_Pulau_Natuna

Dalam diskusi terbatas di Kementerian Luar Negeri, pada tanggal 30 Mei 2018, dengan tema “Kekayaan Alam dan Budaya di Natuna sebagai Aset Diplomasi Budaya Maritim”, Kepala Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Dr. Eko Budi Lelono, sebagai Narasumber dalam acara tersebut menyampaikan bahwa potensi warisan geologi di Kepulauan Natuna memilki peran yang sangat strategis, selain dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, situs warisan geologi yang ada di Kepulauan Natuna juga dapat menjadi aset diplomasi dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salah satu dari pemanfaatan dan pengembangan situs warisan geologi yang saat ini sedang menjadi primadona adalah pengembangan wisata berbasis geologi dengan konsep geopark. Perlahan tapi pasti melalui konsep geopark ini sudah terbukti dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarkat lokal, sebagai salah satu contoh adalah UNESCO Global Geopark Gunung Sewu. Khusus di Kepulauan Natuna, pengembangan warisan geologi dengan konsep geopark tidak hanya diharapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tempat, tetapi lebih jauh yaitu sebagai aset diplomasi, dimana jika pengembangan geopark di natuna suatua saat dapat ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark, tentunya dapat memperkuat legimitasi Kepuluan Natuna dalam wilayah kedaulatan NKRI.

Dari hasil kajian sementara, salah satu situs warisan geologi yang dapat dikembangkan di Kepulauan Natuna adalah Alif Stone Park (Gambar ), dimana merupakan morfologi khas pada batuan granit yang dikenal dengan “Tor”, batuan tersebut membentuk hamparan yang sangat indah di wilayah perairan Pulau Natuna. Selain Alif Stone, tentunya masih banyak penomena geologi lainnya yang menarik sebagai warisan geologi di kawasan ini, berupa batuan yang merupakan produk dari paleosubduksi jaman kapur antara kerak Samudra Hindia dan tepian Paparan Sunda. Jika merujuk pada program Nawacita Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla dimana arahan pembangunan ekonomi difokuskan di wilayan 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terluar), tentunya bahwa program pengembangan warisan geologi di Pulau Natuna harus menjadi prioritas sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bendera merah putih tetap berkibar di daerah tersebut.


Gambar: Alif Stone Park yang merupakan Tor Granit yang membentuk hamparan batuan yang sangat indah di Pulau Natuna 

Oleh: Asep Kurnia Permana (Kepala Bidang Geosains)