Penemuan Fosil Manusia Purba Dari Flores


Pada hari kamis, 8 Juni 2016, Pusat Survei Geologi melaksanakan kegiatan konferensi pers dengan judul “The International Media Release of New Human Fossils Excavated from Flores”. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerjasama penelitian antara Badan Geologi dan University of Wollongong, Australia, sejak tahun 2010, dengan tujuan untuk mengetahui kondisi geologi Cekungan Soa kaitannya dengan sejarah kehidupan, serta membuka kunci pandora “pandora box” mengenai evolusi dan migrasi manusia purba di Asia Tenggara maupun global.


Kegiatan diawali dengan sambutan dan laporan oleh Kepala Pusat Survei Geologi, Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc. dilanjutkan dengan sambutan oleh Bupati Ngada, Marianus Sae. Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Badan Geologi, Ir. F.X. Sutijastoto, M.A.


Pada acara seminar, para peneliti menyampaikan hasil penemuannya terkait manusia purba di Flores. Materi yang disampaikan antara lain (materi dapat diunduh di bawah) :
1. Prof. Fachroel Aziz: 60 Years Of Adventures In Flores A Long Way In Search Of The Trail Of Early Humans (1956-2016).
2. Ruly Setiawan: Penentuan Umur Fosil Manusia dari Mata Menge (Dating The Human Fossils From Mata Menge).
3. Gert Van Den Bergh: In Search for The First Asian Hominins, The Mata Menge Human Fossils (Pencarian Manusia Purba Asia Pertama, Fosil Manusia Mata Menge).
4. Dr. Mark W. Moore: Homo Floresiensis Stone Toolmaking, So’a Basin, Flores, Indonesia.
5. Jatmiko: Stone Tools From Archaeological Excavations At Kobatuwa Site, Soa Basin-Center Of Flores.
6. Erick Setyabudi dan Mika R. Puspaningrum: Fossil Fauna and Palaeoenvironmental Reconstruction of the Soa Basin, Central Flores.


Manusia Purba Flores

Penemuan Homo floresiensis di Liang Bua pada tahun 2003 yang lalu meninggalkan perdebatan apakah manusia purba yang ditemukan di Flores tersebut termasuk ke dalam spesies baru (manusia kerdil/hobbit), ataukah hanya variasi dari manusia modern (Homo sapiens). Misteri ini kemudian membawa peneliti untuk mengeksplorasi daerah Mata Menge, 74 km dari Liang Bua.


Kegiatan penggalian di Mata Menge, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, telah berhasil menemukan fosil manusia purba berupa gigi geraham (molar), gigi kacip (Incisor), gigi taring (canine) dan tulang rahang (mandible). Analisis terhadap morfologi gigi dan umur fosil yang ditemukan memperkuat hipotesis bahwa manusia kerdil adalah spesies yang baru. Manusia purba ini merupakan fosil tertua dan merupakan manusia purba pertama di Pulau Flores.


Kegiatan penggalian juga menemukan fosil binatang dan alat batu (artefak). Fosil binatang antara lain fosil gajah, buaya, komodo, tikus, katak dan burung. Penemuan ini secara ilmiah tentu saja menjadi perhatian dunia internasional, sebagai salah satu bentuk konservasi warisan geologi, lokasi penelitian ini dapat diusulkan menjadi salah satu geoheritage untuk pengembangan potensi sektor pariwisata.


Selain kegiatan konferensi pers dan seminar yang diselenggarakan pada tanggal 8 Juni 2016. Pada tanggal 9 Juni 2016 dilakukan open house dan pameran koleksi fosil dan alat bantu untuk masyarakat umum.


Diunggah oleh: Gita Dwijayanti, Dedy Gunanto