Potensi Shale Gas Cekungan Kutai

Pendahuluan

Eksplorasi di Cekungan Kutai pada umumnya tidak membahas secara mendalam tentang batuan induk. Perusahaan-perusahaan minyak yang beroperasi di cekungan ini seringkali berasumsi bahwa selama mereka menghadapi endapan delta, maka perangkap struktur telah dapat dipastikan berisi hidrokarbon. Kajian yang mendalam terhadap bantuan induk dalam hal ini serpih kaya organik masih terbatas, sehingga dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi serpih kaya organik, meliputi análisis petrologi organik, mineralogi, geokimia organik dan anorganik. Selain itu, penelitian diharapkan untuk mengetahui serpih-serpih yang memiliki kemungkinan lebih baik untuk pengembangan shale gas dengan mengidentifikasi kandungan mineral-mineral getas (Kuarsa dan Karbonat) pada sedimen hasil pengendapan lingkungan laut (delta front-prodelta).


Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian shale gas akan dilakukan di Cekungan Kutai, dimana merupakan cekungan yang terletak diujung tenggara daratan Sundaland dan berada diantara tiga lempeng tektonik aktif utama dunia, Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Cekungan ini dibatasi oleh Pegunungan Schwaner di barat daya, Tinggian Kuching di bagian barat, Selat Makassar di timur, dan Pegunungan Meratus di selatan. Dalam peta cekungan sedimen (Badan Geologi, 2009), cekungan ini ditandai dengan indek F-H 46, yang artinya berupa cekungan berumur Tersier pada passive margin dengan sistem deltaik (Gambar 1).


Stratigrafi Cekungan Kutai

Stratigrafi Cekungan Kutai dari yang tua -muda terdiri dari :

  1. Formasi Pemaluan, tediri  batupasir, serpih, perselingan batulanau dan batupasir halus, batubara, serpih, shaly coal, coaly shale.  
  2. Formasi Pulaubalang meliputi  batupasir, serpih, batugamping, coally shale. 
  3. Formasi Balikpapan tersusun oleh serpih, batupasir, batulempung dan batubara 
  4. Formasi Kampung baru terdiri dari batupasir, batubara, serpih, dan batulempung.
Formasi Pembawa serpih Cekungan Kutai

Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, Formasi pembawa serpih yang ditemukan di daerah penelitian antara lain Fomasi Pemaluan, Formasi Pulaubalang dan Formasi Balikpapan.


Potensi Shale Gas Cekungan Kutai

Berdasarkan dari hasil penelitian di lapangan, dapat terlihat formasi pembawa serpih adalah merupakan unit batuan serpih kaya organik yang bisa berfungsi sebagai gas serpih (shale gas). Secara stratigrafi terlihat komposisi serpih pada setiap Formasi yang ada di Cekungan Kutai baik Formasi Pemaluan, Pulaubalang dan Balikpapan. Secara umum terlihat kehadiran serpih di Cekungan Kutai ini dipengaruhi oleh proses terbentuknya waktu itu. Proses pembentukan serpih secara umum di daerah penelitian mempunyai kecenderungan terbentuk pada lingkungan deltaik yang memungkinan terakumulasinya material-material organik yang ada di daerah tersebut.

Berdasarkan beberapa pengamatan dilapangan terlihat ditemukannya beberapa fosil tumbuhan tinggi di Formasi Pemaluan dan Formasi Balikpapan menunjukkan bahwa kedua formasi tersebut sangat didominasi oleh material organik dari tumbuhan tinggi atau darat. Dominasi dari tumbuhan tinggi pada material organik akan mempengaruhi serpih terhadap tipe kerogennya, yaitu akan cenderung termasuk ke dalam kerogen tipe III atau II. Kerogen tipe III dan II mempunyai kemampuan untuk menghasilkan gas, terutama kerogen tipe III akan sangat dominan untuk menghasilkan gas daripada minyak. Oleh karena itu serpih di daerah penelitian sangat berpotensi baik sebagai batuan induk untuk conventional play maupun sebagai batuan induk dan resesrvoir untuk unconventional hydrocarbon.

Potensi gas serpih di daerah penelitian selain didukung oleh karakteristik tipe kerogennya juga bisa dilihat secara lebih menyeluruh terutama terkait dengan struktur geologi. Didaerah Kutai Barat Formasi Pemaluan tersingkap pada zona sinklin. Sementara itu gas serpih sangat cocok di daerah sinklin, sehingga dari pneyelidikan awal ini Formasi Pemaluan diperkirakan memiliki potensi sebagai shale gas play.

 

Gambar 1. Lokasi penelitian yang berada di Cekungan Kutai (dibatasi dengan garis warna biru), Kalimantan: berupa Cekungan berumur Tersier pada passive margin dengan sistem deltaik (Badan Geologi, 2009)


Gambar 2. Penampang Stratigrafi Cekungan Kutai [Heryanto, 2013].


Gambar 3. Foto yang menunjukkan singkapan Formasi Pemaluan di daerah Payang utara : A. Perselingan batulanau, batupasir halus dan batupasir sedang B.erosional surface pada bagian atas dari Formasi Pemaluan C. Singkapan batubara brigth banded D. Singkapan bagian atas dari Formasi Pemaluan.


Gambar 4. Penampang stratigrafi daerah Jonggoh yang merupakan bagian dari Formasi Pemaluan

 


Diedit oleh: Akbar Cita, Asep Kurnia Permana
Diunggah oleh: Gita Dwijayanti