Peran Peta Geologi dalam Pembangunan Nasional

Peran Peta Geologi

Peta geologi dalam pembangunan nasional memiliki peran penting sebagai penunjang dan pendukung berbagai program rencana pembangunan di suatu wilayah yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Semua informasi dari peta geologi yang menyajikan berbagai informasi berupa jenis dan sebaran batuan, struktur, morfologi dan kemiringan lereng, kerentanan tanah, dan runtunan variasi batuan, sangat diperlukan terutama dalam pengambilan keputusan layak tidaknya suatu wilayah bagi peruntukan yang diinginkan.

Indeks_tahunan_Geomap50_NKRI-250px

Secara ringkas dapat diuraikan mengenai kegunaan peta geologi, yaitu dalam :

  • Eksplorasi sumberdaya mineral (mineral-airtanah) & energi (migas konvensional - unconventional).
  • Kawasan rawan bencana alam geologi (gempa, tsunami, letusan gunungapi, longsor).
  • Rencana pembangunan dan tata ruang (klasifikasi kualitas lahan permukiman, potensi air tanah).
  • Transportasi dan komunikasi (rancangan jaringan jalan, listrik, pipa dan jaringan kabel telepon).

Dengan disusunnya Rencana Induk Pemetaan Geologi skala 1:50.000 diharapkan fungsi dan kegunaan peta geologi semakin terarah dan memberikan informasi lebih rinci untuk setiap wilayah baru yang akan dikembangkan didalam rangka membantu penentuan baik kebijakan aspek fisik maupun non-fisik. Karena peta geologi berperan untuk menampilkan informasi berbagai karakteristik lokasi-lokasi di dalam area pembangunan. Peta geologi mampu menyajikan prioritas daerah-daerah mana yang harus didahulukan, dan lain-lain. Bila masing-masing daerah memiliki data geologi, maka pemerintah (Nasional/Pemda/Swasta) dapat memanfaatkan Peta Geologi dalam berbagai skala (skala 1:250.000; 1:100.000 dan 1:50.000). Data yang tersusun dalam suatu basis data geologi secara rinci akan memudahkan pemerintah dalam membuat perencanaan pembangunan, pemantauan, dan evaluasinya secara akurat dan juga semua informasi baru mengenai potensi sumber daya lahan, sebaran kawasan layak huni, keuntungan dan kelemahan kondisi fisiografis yang mudah diakses untuk kepentingan pembangunan.

Dalam setiap tahapan pembangunan dibutuhkan data geologi yang handal agar pembangunan yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan sasaran baik jangka pendek maupun berkelanjutan. Data terinci dari peta geologi skala yang lebih besar seperti skala 1:50.000 dapat memberikan berbagai informasi suatu kawasan yang semula belum dimanfaatkan menjadi kawasan yang bisa didaya-gunakan dan bahkan dapat menjadi pedoman untuk pengambilan keputusan.

Saat ini kebutuhan data dasar geologi yang rinci semakin besar terutama untuk pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan di Indonesia. Informasi geologi yang tertuang saat ini berupa Peta Geologi skala 1:100.000 untuk wilayah Jawa, dan Madura serta Peta Geologi skala 1:250.000 untuk wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, NTB, NTT dan Papua yang keseluruhannya telah selesai dipetakan oleh Pusat Survei Geologi (PSG) - Badan Geologi.

Pusat Survei Geologi - Badan Geologi yang memiliki tugas dan fungsi sebagai penyedia data dan informasi geologi dan geofisika di Indonesia berkewajiban untuk menyediakan data dasar geologi dengan skala yang lebih rinci. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka Pusat Survei Geologi - Badan Geologi mengambil peranan dalam pemetaan geologi skala rinci skala 1:50.000.

Peta Geologi merangkum semua data dan menghasilkan informasi baru yang merupakan rujukan dari jawaban atas sejumlah keterbatasan pengertian masyarakat pengguna tentang kondisi geologi suatu kawasan. Kebutuhan terhadap informasi geologi akan semakin mendesak di masa yang akan datang yang berkembang secara cepat bersamaan dengan laju perkembangan pembangunan. Di sisi lain informasi geologi menjadi salah satu pendukung bagi pengembangan ekonomi suatu wilayah.

Peta geologi memiliki informasi data geologi yang sangat diperlukan dalam eksplorasi sumberdaya mineral dan migas dalam hal:

  • Akurasi berupa ketelitian dalam hal memberikan setiap data geologi baik permukaan maupun bawah permukaan.
  • Kelengkapan informasi yang bisa diakses oleh pengguna.
  • Keseragaman format (standardisasi) agar bisa digunakan semua pihak dan dapat bertukar informasi dengan data lain yang  terdapat di daerah yang sama.
  • Format data (GIS) menjadi format dasar pada setiap peta geologi agar memudahkan dalam penggunaannya secara global.

Fungsi peta geologi sebagai pendukung dalam perencanaan pembangunan

Peta geologi telah dimanfaatkan oleh berbagai instansi pemerintah maupun swasta untuk keperluan perencanaan, pemantauan, hingga evaluasi hasil-hasil pembangunan. Juga menyajikan informasi sangat berguna bagi pengelola dan pengambil keputusan untuk membantu memecahkan permasalahan, menentukan pilihan atau membuat kebijakan tata ruang melalui metode analisis data peta.

Bencana geologi berupa tanah longsor sebenarnya dapat diantisipasi Pemerintah Daerah bila memiliki data geologi yang menunjukkan potensi longsor, dengan menandai titik-titik potensi bahaya geologi dan menginformasikan kepada warga masyarakat di kawasan berisiko tinggi. Peta geologi di Indonesia umumnya baru dimanfaatkan oleh beberapa Kementerian dan Lembaga di tingkat pusat dan baru dirintis di tingkat daerah. Kementerian yang paling banyak memanfaatkan peta geologi adalah Kementerian ESDM, Kementerian Kehutanan, Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum. Kementerian lainnya dan lembaga-lembaga struktural lainnya. Daerah-daerah pada umumnya belum banyak menggunakan peta geologi, karena para penyelenggara pemerintahan belum banyak tahu tentang pentingnya peta geologi dalam penyusunan rencana, pemantauan, dan evaluasi pembangunan secara mudah, murah, efektif, dan akurat. Saat ini lembaga struktural yang paling banyak membutuhkan peta geologi adalah Bappenas/Bappeda, untuk kepentingan pembangunan nasional dan daerah.

Peta Geologi skala 1:50.000 memberikan informasi data geologi secara rinci dan sangat membantu dalam melakukan perencanaan pembangunan yang berkaitan erat dengan daya dukung tanah yang semula sangat sulit untuk dilaksanakan. Informasi baru yang diperoleh dari hasil Pemetaan Geologi Skala 1:50.000 sangat akurat dan dapat dilihat secara luas, ketebalan lapisan batuan dan sebaran batuan, sehingga memudahkan proses perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan dan dapat menjadi pedoman untuk konstruksi. Selain itu juga bertujuan untuk secepat mungkin dapat menyediakan data dasar geologi bagi berbagai sektor pembangunan, bukan hanya sektor pertambangan dan energi tetapi juga bagi semua sektor pembangunan dan lingkungan di seluruh Wilayah Indonesia.

Selain itu berdasarkan peta geologi maka Indonesia dapat dibagi menjadi dua bagian berdasarkan data geologi guna Prioritas Eksplorasi Migas dimana :

Indonesia Barat

  • Memiliki karakteristik sudah matang (mature) untuk ekslorasi cekungan Migas.
  • Secara kerumitan struktur geologi agak kurang komplek.
  • Informasi Stratigrafi sudah dianggap komplit lengkap.

Indonesia Timur

  • Cekungan-cekungannya dianggap belum matang (Immature Exploration Basins).
  • Struktur Geologinya sangat rumit.

Peta geologi sangat berperan sekali dalam membantu menentukan unsur penting bagi terbentuknya akumulasi pembentukan migas.

  • Batuan sumber (sourcerock).
  • Batuan penyimpan / waduk (reservoir rock).
  • Batuan penutup (seal).
  • Sejarah pemanasan (thermal history).
  • Perpindahan dan pemerangkapan migas (migration and trapping of hydrocarbons).
  • Sejarah geologi cekungan (geologic history of the basin).
  • Sejarah deformasi dan pola struktur.

Peta Geologi 1:50.000

Dewasa ini peta dasar topografi yang mutunya lebih baik dari yang dulu dan citra inderaan jauh yang resolusinya lebih tinggi sudah mencakup hampir seluruh Kawasan Indonesia. Oleh sebab itu maka program pemetaan geologi harus dapat menghasilkan mutu peta geologi yang lebih baik dan lebih teliti dengan menggunakan sarana yang lebih canggih.

Indeks_tahunan_Geomap50_NKRI-800px

Program Pemetaan Geologi Rinci Skala 1:50.000 dengan memanfaatkan sarana dan teknologi baru sudah dimulai pada tahun 2010, dengan program Pemetaan Geologi Skala Rinci, 1:50.000, Untuk Optimalisasi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Penafsiran geologi pada citra inderaan jauh dilakukan secara langsung pada layar komputer, dengan mengenali bentuk-bentuk morfologi dan pola aliran. Untuk memperoleh data geologi yang benar dan tepat masih diperlukan penyelidikan di lapangan. Perian data geologi lapangan hasil pengecekan dan lintasan kemudian dipakai untuk penafsiran ulang. Setelah semua tahapan dilakukan maka dapat disusunlah peta geologi berdasarkan hasil interpretasi penginderaan jauh. Peta Geologi Bersistem Skala 1:50.000 di seluruh kawasan daratan Indonesia jumlahnya lebih dari 4.300 lembar, dan itu diprogramkan untuk dipetakan 'geologi inderajanya' selama lima tahun, yaitu dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014.