Anomali Gaya Berat, Struktur Kerak dan Mendala Tektonik Jawa Timur dan Sekitarnya

Secara geografis daerah studi terletak pada 109,5 hingga 115 Bujur Timur dan 5,5 hingga 8,5 Lintang Selatan. Secara fisiografi menurut Bemmelen (1949) daerah ini terdiri dari Zona Peg. Selatan, Zona Solo, Zona Kendeng, Zona Randublatung dan Zona Rembang.Secara tektonik regional (Metcalfe,1990) daerah studi termasuk zona kerak akrasitepi kontinen.Anomali Bouguer mempunyai kisaran nilai anomali dari -40 mGal hingga 130 mGal.Kontur anomali mempunyai pola melingkar, lonjong dan melengkung sejajar.Anomali melengkung sejajar membentuk kelurusan berarah barat laut-tenggara, timur lut-barat daya, barat-timur dan utara-selatan. Berdasarkanbesaran nila anomali dan pola konturnya dapat dibagi menjadi lima kelompok utama yakni,

  1. Wilayah dengan nilai anomali sekitar 100 mGal hingga 130 mGal adalah refleksi Zona Pegunungan Selatan.
  2. Wilayah anomali dengan kisaran nilai 0-100 mGal merupakan cerminan dari Zona Gunung api Kuarter.
  3. Wilayah anomali dengan kisaran nilai -40-0 mGal merupakan cerminan Zona Kendeng.
  4. Wilayah anomali dengan kisaran nilai 0-25 mGal merupakan cerminan zona Rembang.
  5. Wilayah anomali dengan kisaran nilai 0-50 mGal merupakan cerminan Zona Lepas Pantai Jawa Timur Utara. Zona Lepas Pantai Jawa Timur Utara dapat dibagi menjadi enam sub-zona yaitu,
  • Tinggian Karimunjawa,
  • Depresi Bawean barat,
  • Depressi Bawean timur,
  • Depresi Tuban,
  • Rendahan Masalembo,
  • Paparan Madura Utara dan
  • Tinggian Masalembo.

Penamaan zona mendala tektonik tersebut mempertibangkan juga pada penerbitan terdahulu (Bemmelen, 1949, Patranusa Data, 2006). Model Struktur kerak diperoleh dari analisis pemodelan penampang AB. Zona Pegunungan Selatan Zona Kendeng dan Zona Gunung Api Kuarter dialasi oleh kerak andesitik (2,72 gr/cc). Zona Peg. Selatan didominasi oleh batuan beku (2,77 gr/cc). Zona Kendeng didominasi oleh batuan sedimen dengan rapat masa 2,25 gr/cc, dengan ketebalan diduga mencapai sekitar 6000 meter. Adanya batuan beku dan kerak andesitik juga ditunjukkan oleh anomali magnet tinggi (mencapai 700 nT, CCOP, 1994). Zona Rembang diisi oleh batuan sedimen dengan rapat massa 2,4 gr/cc dengan ketebalan mencapai 2200 meter. Sedangkan Zona Lepas Pantai Utara Jawa Timur diisi oleh Batuan sedimen dengan rapat massa 2,3 gr/cc, ketebalan diperkirakan mencapqai 2000 meter. Zona Rembang dan Zona Lepas Pantai Utara Jawa Timur di alasi oleh kerak granitik (2.65 gr/cc) yang telah mengalami fragmentasi akibat gaya tektonik dan menjadi bagian dari kerak akrasi tepi kontinen (Mecalfe, 1990). Namun demikian kerak akrasi yang melandasi Zona Rembang dan Zona Lepas Pantai Utara Jawa berbeda. Zona Lepas Pantai Utara Jawa akrasinya lebih rapat sehingga undulasi basemennya lebih banyak sehingga struktur perlipatan lebih berkembang daripada pada Zona Rembang. Keberadaan hidrokarbon daerah ini juga dikontrol oleh tataan tektonik daerah ini.

POSTER_JATIM_Bodas-01  POSTER_JATIM_Bodas-02

POSTER_JATIM_Bodas-03  POSTER_JATIM_Bodas-04

POSTER_JATIM_Bodas-05  POSTER_JATIM_Bodas-06

POSTER_JATIM_Bodas-07  POSTER_JATIM_Bodas-08

POSTER_JATIM_Bodas-09