Home

Seismotektonik,Bencana Dan Resiko Gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006

Diterbitkan pada tahun 2007 oleh Pusat Survei Geologi di Bandung.
Ditulis oleh A. Soehami, dan Yayan Sopyan

Wilayah Jawa Tengah bagian selatan termasuk kota Yogyakarta dan sekitarnya merupakan salah satu Daerah Rawan Bencana Gempabumi Indonesia dan telag di tentukan sebagai wilayah rawan bencana gempabumi No.VII (Peta Daerah Rawan Gempabumi Indonesia,PSG,Badan Geologi,DESDM 2003). Tercatat tidak kurang dari lima kali gempabumi merusak telah terjadi di daerah ini (1867,1943,1981,2001 dan 2006).

Gempabumi Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006 merupakan salah satu gempabumi tektonik merusak yang terjadi di daerah tersebut di atas. Pada lajur seismotektonik sesar aktif Opak, dengan pusat gempa terletak di darat muara S.Opak di kedalaman 17,1 Km berkekuatan 6,2 Mw (Moment Magnitude) atau setara dengan 5,9 SR (Skala Richter). Gempabumi ini memperlihatkan mekanisme gerak sesar mendatar mengiri (Kompressi U 10T).

Neotektonik pada lajur sumber gempabumi sesar aktif Opak ini dijumpai berupa dinamika bentangalam gawir sesar aktif,gosong pantai dan teras sungai,kipas alluvium serta dinamika perubahan aliran S. Progo dan S. Opak. Penelitian neotektonik telag ditemukan 4 seri gosong pantai dan 4 seri teras sungai. Gosong pantai tertua di pantai Samas berumur 1981±120 BP dijumpai pada ketinggian 14 m di atas muka laut. Teras sungai tertua di S.Progo dan Opak dijumpai pada ketinggian masing-masing 14,8 n dan 15 n,sedangkan di S.Oyo teras tertua (2040±160 BP) dijumpai pada ketinggian 0,5 m di atas muka sungai.

Seismotektonik,Bencana Dan Resiko Gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006
Subjek : Structural Geology
Bahasa : Bahasa Indonesia
Format file : swf (Shockwave Format)
Jenis Dok. : Laporan
Katakunci : earthquakes - seismotectonics - geologic hazard - active faults